JAKARTA |Wartapaper.Com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG memantau adanya penguatan Monsun Australia dalam beberapa hari terakhir.
Monsun membawa massa udara kering ke sebagian wilayah Indonesia sehingga mengurangi pembentukan awan pada pagi hingga siang hari.
Akibat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal dan memicu suhu tinggi. (4 Juni 2026)
Pada periode 29-31 Mei 2026, suhu maksimum 35,0°C – 36,4°C tercatat di wilayah Aceh—Sumatera Utara, Riau, Papua Selatan, Banten, dan Sulawesi Tengah.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyatakan meskipun Monsun Australia menguat, intensitasnya masih lebih lemah dari normal. Karena itu, hujan masih terjadi di sebagian wilayah Indonesia.
“Hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih teramati 29-31 Mei 2026, terutama di Indonesia bagian barat dan timur. Curah hujan tertinggi tercatat di Maluku 102,5 mm/hari, Sulawesi Tengah 70,5 mm/hari, dan DKI Jakarta 70,4 mm/hari,” ungkap Guswanto.
Selain Monsun Australia, hujan signifikan juga dipengaruhi dinamika atmosfer regional.
Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan Papua. Anomali OLR bernilai negatif di wilayah tersebut terindenfikasi potensi awan konvektif signifikan.
Keberadaan Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina sebelah utara Papua juga berkontribusi meningkatkan potensi hujan di Indonesia bagian timur.
BMKG memprakirakan cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat.
Hujan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Peringatan angin kencang: Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
Menghadapi potensi cuaca signifikan yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.
Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai kencang dan petir.(Eva/WP)


















