
JAKARTA|WARTAPAPER.COM- Pemerintah terus memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini menjadi salah satu basis utama dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan pemutakhiran data diperlukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah.
Menurut Qodari, pembaruan DTSEN bukan sekadar merapikan daftar penerima bantuan. Proses tersebut juga membantu menemukan masyarakat yang sebelumnya belum memperoleh bantuan meski masuk kriteria penerima.
DTSEN digunakan sebagai rujukan bersama lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung sejumlah program pemerintah. Di antaranya bantuan sosial, Sekolah Rakyat, Program 3 Juta Rumah, Kartu Indonesia Pintar, hingga Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Perbedaan basis data tersebut sebelumnya membuat penyaluran program pemerintah menggunakan rujukan yang tidak selalu sama. Pemerintah kemudian memberikan mandat kepada Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengintegrasikan berbagai sumber data tersebut ke dalam DTSEN.
Salah satu contohnya adalah Mistam Rizwandi dari Jawa Barat yang masuk desil 1. Sebelum pemutakhiran DTSEN, Mistam belum menerima bansos. Setelah data diperbarui, ia mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
Qodari menilai kasus tersebut menunjukkan pentingnya satu basis data yang terus diperbarui. Menurut dia, integrasi data dapat mengurangi risiko warga yang memenuhi syarat justru terlewat dari program bantuan.
Karena itu, masyarakat yang merasa data atau desilnya tidak sesuai dapat mengikuti mekanisme pemutakhiran yang tersedia. Data tersebut nantinya dapat diperiksa dan dinilai kembali sesuai prosedur.
Pemerintah menilai keberhasilan DTSEN bukan hanya ditentukan oleh kesempurnaan data. Yang lebih penting adalah tersedianya sistem yang terbuka, terus diperbarui, dan mampu memperbaiki kesalahan ketika ditemukan warga yang belum terjangkau atau data yang tidak sesuai.
(John Panjaitan/WP)
DTSEN Terus Diperbarui, Pemerintah Buka Ruang Usul dan Sanggah Warga



















