LEWOLEBA|WARTAPAPER.COM – Heronimus Alfian Lembata salah satu pelopor transportasi laut Lembata yang dikenal luas dengan sapaan Baba Kolim merupakan tokoh penting dalam derap pembangunan Lembata. Lahir tahun 1937 dan dibawa dari tanah cina sejak umur 11 tahun, oleh baba sutek ke waiwerang Adonara Flores Timur tahun 1957.
Dari waiwerang baba kolim mulai mengenal sejumlah tokoh yang kemudian membawanya ke tanah Lembata.
Salah satu tokoh yang dikenal adalah, Ali Raya Belen yang merupakan salah satu pejabat swapraja, yang membawa baba kolim ke Lembata dan tinggal di lewotolok.
Baba Kolim yang meninggal tanggal, 30 september 2001 sebelum tinggal di lewotolok pernah ke Lembata tinggal di Balauring.
Pertama ke Lewoleba, Baba Kolim tinggal di rumah bapa Plewang Balaor yang punya kios di pelabuhan kala itu dengan nama, kios suri gala atau Preko (plewang rela berkorban) dengan tulisan yang diingat orang Lewoleba sampai hari ini “bumi hancur karena bom, kios hancur karena bon” di rayuan. Baru tahun 1980an rumah direnovasi seperti sekarang yang masih berdiri kokoh depan taman kota Lewoleba.
Rumah baba kolim, memiliki catatan sejarah panjang karena pernah dimanfaatkan sebagai kantor Skab Lembata juga penginapan bagi gubernur Eltari ketika lakukan kunjungan ke Lembata.
Ketika dipercayakan oleh pemerintah untuk membeli kopra seluruh Lembata, baba kolim membuat kapal pertamanya dengan nama, Lembata jaya 01 yang digunakan untuk mengangkut kopra keliling Lembata, tanpa menutup kemungkinan mengakut manusia.
Dari hasil retribusi pembelian kopra seluruh Lembata, baba Kolim membantu pemerintah skab Lembata untuk bersama membangun kantor pembantu bupati yang kini dikenal dengan sebutan kantor bupati Lama. Tidak hanya itu baba kolim juga membantu pembangunan rumah jabatan pembatu bupati yang semula didesain oleh seorang bruder namun, ketika dibangun dalam pengawasan bapak Yosep Dasilva (Tote dasilva) kepala PU kala itu melakukan beberapa perbaikan sehingga bisa kita liat hingga saat ini digunakan sebagai kantor koperindag.
Setelah tahun 1972 berhasil membangun Lembata jaya 1, baba kolim kemudian membangun kapal Lembata jaya 2 sebagai kapal penumpang pertama yang melayani rute Lewoleba, waiwerang, Kupang dengan nahkoda bapak Syamsudin Boleng atau yang lebih dikenal dengan bapa Sedang.
Sebelum kapal milik baba kolim berlayar, kapal-kapal misi sudah lebih dulu berlayar
Diakhir tahun 1970an, ketika baba kolim sedang membangun kapal baru, gubernur Eltari ke Lembata.
Ketika itu Lembata belum punya rumah jabatan, penginapan baru ada losmen rejeki dengan atap daun alang-alang. Gubernur Eltari nginap di rumah baba Kolim.
Ketika tahu baba kolim sedang membangun kapal, gubernur memberikan nama kapal eltari yang kemudian diresmikan oleh gubernur sendiri.
Kapal eltari tidak lama berlayar, setelah kematian Gubernur Eltari kapal itu pun hilang ceritra, dan baba membeli sebuah kapal dari kalimantan dengan nama, Buana 2 dengan nahkoda bapa Boy.
Tahun 1986, ketika kapal motor sahabat 2 tenggelam di watowoko, baba kolim tengah membangun bis laut dengan nama Lewoleba karya 1, kapal tersebut belum 100% tuntas namun karena situasi, dipaksa jalan untuk membantu pencarian korban tenggelamnya kapal sahabat 2. Dan baru tahun 1987 kapal Lewoleba karya 1 benar-benar berlayar secara profesional akan tetapi setahun berjalan bis laut itu dilalap sijago merah.
Baba kolim sebagai pengusaha tidak kehilangan semangat, setelah kapal Lewoleba karya 1 terbakar, lahirlah Lewoleba karya 2 dan berlanjut ke Lembata karya 1 yang diresmikan oleh menteri Soni keraf dan Sarwono kusuma atmaja.
Setelah meninggal tahun 2001, Generasi Baba Kolim masih setia menggeluti usaha pelayaran. Anak bungsu baba kolim, yang disapa Min bone kemudian mendatangkan kapal cepat lagi dengan nama Lembata karya ekspres, namun kemudian Min tak lagi mengikuti dunia pelayaran sehingga putra sulung Baba Kolim Yosep Lembata meneruskan usaha yang diturunkan dari sang ayah.
Yosep Lembata memulai dengan kapal Alfian Lembata namun, kapal tua itu tidak lama berlayar sebelum akhirnya parkir.
Siong demikian putra sulung Baba Kolim disapa kemudian membangun kapal baru dengan nama Lembata jaya 1 kurang lebih 5 tahun berlayar, kapal itu dok dan tidak lagi mengarungi lautan.
Yosep Lembata kemudian membeli sebuah kapal dari kepulauan seribu Jakarta dengan nama siena tetapi akhirnya juga berhenti berlayar dan siong membangun kapal lain yang hingga kini masih melaut dengan nama, Lembata jaya 2.
Baba Kolim memang telah tiada namun, jasa baiknya masih terus di kenang. Usaha pelayaran yang di bangunya hingga kini masih terus bertahan dibawah kedali generasi penerusnya
Berikut beberapa catatan pembangunan yang dilakukan oleh baba Kolim sempat dirangkum media ini diantaranya, pembangunan SD Peuuma dan Leudanung yang masih dimanfaatkan hingga hari ini.
Selain sekolah negeri juga ada sekolah swasta seperti, Kawula karya, PGRI dll. Di masa lurah Lewoleba Bapak BL Uran, baba kolim membangun bak air di komak yang juga masih ada hingga kini.
Dulu orang dari malaysia atau dari wilayah di luar lembata bisa kirim uang ke Lembata melalui baba kolim, tiap hari Senin mereka turun ambil uang maupun simpan uang di baba kolim karena itu tidak keliru jika banyak pihak menyebut baba kolim sebagai bapak pembangunan Lembata.
(John Panjaitan/WP)
Baba kolim mulai mandiri dengan berbagai usaha, dapat tanah dari S.S Rewot dan bangun rumah dan di lakukan oleh misi kurang lebih tahun 1960an.
Bonefasius Lembata mengambil alih usaha pelayaran dengan kapal Lembata karya 2 dan ketika kapal tak lagi layak jalan, Thomas Lembata salah satu putra baba kolim mendatangkan kapal cepat labalekan ekspres tetapi hanya satu tahun berlayar kapal tersebut parkir hingga kini.
Baba Kolim juga membangun Jembatan waimuda yang masih kokoh dan digunakan hingga saat ini.
Baba Kolim juga merupakan pengganti bank sebelum Bank konvensional masuk Lembata.
Beranda
Berita
Baba Kolim pelopor transportasi laut Lembata. Dari Lembata jaya hingga Lembata karya 1
Baba Kolim pelopor transportasi laut Lembata. Dari Lembata jaya hingga Lembata karya 1

Rekomendasi untuk kamu

BINJAI|WARTAPAPER.COM– Komitmen Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., dalam memberantas kejahatan 3C…

LANGKAT|WARTAPAPER.COM– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkalan Brandan menggelar rapat pegawai sebagai bagian dari…

PAPUA BARAT|WARTAPAPER.COM- Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kaiso membagikan 50 paket sembako kepada warga Kais, Sorong…

MEDAN|WARTAPAPER.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong percepatan sertifikasi aset daerah sebagai bagian dari upaya…

MUSI BANYUASIN|WARTAPAPER.COM— Wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa kembali menjadi perhatian. Kepala Desa Layan, Rohadi,…












