banner 728x250

Program Percepatan MBG buat Terharu Motivator asal Amerika Serikat Tony Robbins

banner 120x600
banner 468x60
  • Jakarta|WARTAPAPER.COM– Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membagikan cerita haru mengenai momen saat motivator kondang asal Amerika Serikat, Tony Robbins, meneteskan air mata.

Peristiwa itu terjadi saat Tony berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai alasan di balik percepatan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Pertemuan tersebut berlangsung saat Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat pada Februari 2026 silam.

banner 325x300

Tony yang merasa penasaran dengan skala besar dan kecepatan implementasi program tersebut langsung melontarkan pertanyaan kepada kepala negara.

Kenapa Anda melakukan ini, dalam skala sebesar ini, dengan kecepatan seperti ini? tutur Dirgayuza menirukan pertanyaan Tony pada Minggu (14/06/2026).

Merespons hal itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perasaan zalim akan menghantui dirinya jika tidak segera merealisasikan program tersebut untuk anak-anak.

Presiden juga meyakini bahwa Indonesia mampu menyusul keberhasilan negara maju yang sudah lebih dulu menerapkan program makan siang di sekolah.

Lebih dari 100 negara sudah menjalankan program makan sekolah.

Amerika menjalankannya.
Negara-negara maju menjalankannya.
India bisa jalankan.
Indonesia juga harus bisa, ungkap Dirgayuza menirukan jawaban Prabowo.

Mendengar penjelasan tersebut, Tony terenyuh hingga menangis dan berjanji akan datang ke Indonesia menggunakan dana pribadinya untuk melihat langsung program tersebut.

Janji itu pun ditepati pada awal Juni 2026, di mana Tony meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi serta makan bersama para siswa.

Lebih lanjut Ia bahkan turut hadir mendampingi Presiden dalam acara Konsolidasi Nasional Program MBG di SICC, Bogor, pada 3 Juni 2026.

Latar belakang Tony sendiri lekat dengan isu kelaparan, mengingat masa kecilnya di California yang penuh keterbatasan dan kesulitan ekonomi.

Pengalaman pahit saat keluarganya pernah dibantu oleh pihak anonim ketika mengalami kelaparan saat momen Thanksgiving memicu misi filantropinya di masa dewasa.(John Panjaitan/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *