banner 728x250

Wabup Tinjau Jalan Sibodiala: Harapan Kualitas Terjaga, Namun Pengawasan di Lapangan Masih Dipertanyakan

banner 120x600
banner 468x60
SUMATERA UTARA-TOBA|WARTAPAPER.COM- Kunjungan Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, meninjau rekonstruksi jalan ruas Soposurung–Hinalang dan Sibodiala–Gurgur pada Jumat (9/10/2026) memang menjadi sinyal perhatian pemerintah terhadap akses masyarakat. Namun di balik semangat pembangunan itu, sejumlah catatan krusial muncul yang tak boleh diabaikan begitu saja.

 

Mata Air di Badan Jalan: Bukti Perencanaan Belum Matang?

 

banner 325x300

Dalam peninjauan tersebut, Wabup sendiri justru menemukan persoalan mendasar: keberadaan mata air di tengah badan jalan yang baru dikerjakan. Padahal, seharusnya identifikasi masalah seperti ini sudah tuntas dilakukan pada tahap survei dan perencanaan sebelum proyek dimulai. Fakta ini memicu pertanyaan: apakah survei lapangan dilakukan secara serius atau sekadar formalitas belaka?

Jika persoalan air baru ditemukan saat pengerjaan berjalan, dikhawatirkan solusi yang diambil bersifat mendesak dan tidak optimal — yang pada akhirnya bisa memperpendek usia pakar jalan.

 

Pesan “Serius Bekerja”: Bukti Kualitas Selama Ini Dipertanyakan

 

Peringatan tegas Wabup kepada pihak rekanan agar “serius melaksanakan pekerjaan” seolah menjadi pengakuan tersirat bahwa standar pengerjaan selama ini belum sepenuhnya memenuhi harapan. Apakah peringatan ini akan diikuti dengan pengawasan ketat yang berkelanjutan, atau sekadar pesan sesaat yang akan terlupa setelah kunjungan selesai? Masyarakat berhak mengetahui langkah konkret pengawasan yang akan diterapkan.

 

Janji 2027: Masih Terlalu Lama Menunggu

 

Pemerintah menyebut perbaikan jalan menuju Batu Basiha–Aek Bolon baru akan ditangani pada awal 2027. Sementara itu, warga harus menunggu berbulan-bulan lebih lama dengan kondisi jalan yang belum memadai. Pertanyaannya: mengapa penanganan tidak bisa dilakukan lebih cepat? Apakah perencanaan jangka panjang belum benar-benar disusun dengan matang demi kemanfaatan masyarakat secara menyeluruh?

 

Apresiasi Warga, Namun Harapan Belum Penuh Terjawab

 

Warga memang menyambut gembira perbaikan yang ada, namun ungkapan Ringgas Napitupulu — “Semoga pemerintah juga memperhatikan jalan-jalan lain yang sudah rusak” — adalah pengingat jujur bahwa kebutuhan infrastruktur di Toba jauh lebih luas daripada yang saat ini sedang ditangani. Elvinawaty Panjaitan pun masih berharap jalan ke Simpang Empat Aek Bolon Julu bisa segera terwujud. Harapan-harapan ini belum sepenuhnya memiliki kepastian waktu yang jelas.

 

Intinya: Pembangunan jalan adalah langkah yang patut diapresiasi. Namun keberhasilan proyek tidak hanya dinilai dari aspal yang terhampar hari ini, melainkan dari perencanaan yang matang, pengawasan yang konsisten, dan janji-janji yang benar-benar ditepati tepat waktu. Semoga perhatian yang ditunjukkan saat peninjauan ini bukan sekadar momen sesaat, melainkan awal dari perbaikan tata kelola pembangunan yang lebih transparan dan akuntabel.

 

(James/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *