DeliTua|WARTAPAPER.COM-Wacana penggusuran ratusan pedagang Pasar Deli Tua oleh Bupati Deli Serdang Asriluddin Tambunan mendapat reaksi keras dari para pedagang termasuk tokoh masyarakat Deli Tua, Sabar Bangun (76tahub).
Tokoh masyarakat Karo yang sudah 2 periode anggota DPRD Deli Serdang itu mengatakan, penggusuran para pedagang di Pasar Delitua tidak relevan dan penuh intrik permainan. Bupati Deli Serdang Asriluddin Tambunan terkesan diskriminatif terhadap para pedagang tradisional namun lebih mementingkan pengusaha atau pengembang.
“Pasar Delitua sudah berdiri sejak penjajahan Belanda. Pasar Delitua dulunya pusat perbelanjaan yang menjadi ikon dan perlu dipertahankan karena mengandung sarat sejarah,” ucap Sabar Bangun kepada wartawan, Selasa (09/06/2026).
Dia mengatakan, pemindahan para pedagang Pasar Delitua ke Deli Old Town sangat tidak relevan karena infrastrukturnya tidak memadai. Pembangunan Deli Old Town sarat muatan tertentu karena infrastruktur tidak sesuai dengan yang diinginkan para pedagang.
“Pasar itu harus sesuai dengan keinginan pasar bukan seperti Deli Old Town yang dibangun berbentuk ruko. Pasilitas pendukung harus memadai dan akses lebih diutamakan sehingga para pedagang bisa bertahan dan konsumen dapat menjangkau,” ucap Sabar Bangun.
Pria dengan kacamata minus menguraikan, dirinya datang ke Deli Tua sejak Tahun 1926 kala itu kawasan Deli Tua masih perkebunan yang dikelola Belanda. Pada saat itu juga Deli Tua termasuk pusat pemerintahan termasuk Pasar Delitua yang menjadi pusat bisnis dari berbagai daerah.
“Ketika saya DPRD Deli Serdang Tahun 1999-2004, 2004-2009, ada wacana relokasi Pasar Delitua tapi kita pertahankan. Oleh Amri Tambunan yang saat itu Bupati Deli Serdang berusaha merevitalisasi pasar dengan membangun tingkat dua tapi gagal. Kemudian oleh Bupati Ashari Tambunan membangun Deli Old Town namun tidak relevan. Tapi sekarang bupati Asriluddin Tambunan bersikeras menggusur para pedagang dan akan membangun pusat kuliner,” ungkap Sabar Bangun.
Pembangunan Deli Old Town dengan developernya Ali Jonson, menurut Sabar Bangun penuh permainan karena informasi yang beredar kalau ayahnya Ashari Tambunan memiliki hubungan emosional dengan pengusaha mata sipit tersebut yang diketahui pemilik Grand City Hall yang berada dibilangan Lapangan Merdeka Medan.
Sabar mengatakan, tahun 1990-an punya tiga kios di Pasar Delitua dan ketika ada pemindahan para pedagang oleh pengelola pasar Deli Old Town ada memberikan kios namun tidak sesuai dengan harapan karena terlalu kecil (4×3 meter) padahal saat di Pasar Deli Tua ukuran 6×5 meter.
“Apalah yang bisa dibuat di ukuran 4×3 meter. Secara tidak langsung pengelola pasar telah menipu,” sebutnya.
Karena itu, tegas Sabar Bangun agar Bupati Deli Serdang tidak menggusur para pedagang dan tidak semena-mena kepada warga Deli Tua.
PEDAGANG MENENTANG
Ratusan pedagang dan masyarakat di bantaran Rel Kereta Api Kelurahan Deli Tua Timur, Kec Delitua akan melakukan perlawanan atas kebijakan Bupati Asriluddin Tambunan yang akan menggusur para pedagang dan penghuni rumah yang berada di emplasemen PT.KAI. Mereka menolak pemindahan berjualan ke Deli Old Town di Kelurahan Delitua Barat yang berjarak sekitar 500 meter dari pasar di Deli Tua Timur.
Ketua Himpunan Masyarakat Peduli Deli Tua, Thomas Jefferson Tarigan kepada wartawan, Selasa (09/06,2026) dihadapan ratusan pedagang dan masyarakat yang berkumpul di Pasar Delitua Timur mengatakan, mereka telah dihantui penggusuran sejak tahun 2014 berlanjut di tahun 2020 dan sekarang di tahun 2026 ratusan pedagang di Pasar Delitua sudah mendapatkan 3 kali surat peringatan di tahun ini dari Satpol PP Pemkab Deli Serdang agar para pedagang dan penghuni rumah angkat kaki dari lokasi.(Red/WP)


















