Danlanal TBA Letkol Laut (P) Sigit Ryanto dalam kesempatan itu menyampaikan rasa haru dan terima kasih. “Malam ini merupakan momen yang sangat istimewa dan penuh makna bagi saya pribadi beserta istri. Kami merasa sangat terhormat, bersyukur dan sekaligus terharu atas inisiatif dan kebaikan hati dari Pemko Tanjungbalai,” ucapnya.
Ia memaknai tradisi tersebut sebagai bentuk penerimaan masyarakat. “Bagi kami tradisi tepung tawar bukanlah sekedar seremonial adat semata. Kami memaknainya sebagai sebuah do’a yang tulus, suntikan semangat, pemulihan energi serta pengikat tali silaturahmi persaudaraan yang luar biasa kuat dari masyarakat Tanjungbalai,” jelasnya.
Sigit Ryanto juga menegaskan komitmen Lanal TBA untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. “Saya pribadi beserta jajaran akan selalu siap untuk bersinergi dan berkolaborasi bersama-sama menciptakan Kamtibmas di Kota Tanjungbalai,” katanya.
“Lanal Tanjungbalai Asahan akan senantiasa hadir tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan perairan dan kedaulatan di wilayah kerja kami, tetapi juga mendukung program-program pembangunan daerah serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Mari kita jaga perairan kita dan mari kita jaga kerukunan kota kita,” ungkap Danlanal menutup sambutannya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemasangan kain songket kepada Danlanal dan istri. Kemudian dilanjutkan prosesi Upah-upah dan Tepung Tawar sesuai adat Melayu. Danlanal Tanjungbalai Asahan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemko dan masyarakat. Ia menyatakan siap mendukung seluruh program pemerintah serta bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan Kota Tanjungbalai.
(John Panjaitan/WP)


















