Batu-batu yang ditata sedemikian rupa tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai media pijat refleksi alami. Warga berjalan perlahan di atas permukaan batu untuk membantu merangsang titik-titik refleksi pada telapak kaki, sekaligus menjadi bagian dari aktivitas olahraga ringan yang menyenangkan. Salah satu warga, Hj. diya, bersama beberapa warga lainnya tampak menikmati suasana taman sambil melakukan aktivitas fisik ringan. Menurut warga, keberadaan fasilitas tersebut memberikan pilihan baru untuk berolahraga santai, terutama bagi masyarakat lanjut usia yang ingin menjaga kebugaran tanpa harus melakukan aktivitas berat.
Taman Lansia Martapura yang berada dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Martapura kini menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu. Setelah melalui proses revitalisasi, kawasan tersebut menghadirkan wajah baru dengan berbagai fasilitas pendukung yang lebih nyaman bagi pengunjung. Selain area olahraga ringan, taman ini juga dilengkapi dengan lorong estetik, ruang bersantai, serta fasilitas penerangan yang terus mendapat perhatian dan evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Tidak hanya menjadi tempat olahraga, Taman Lansia Martapura juga berkembang sebagai ruang publik yang mempertemukan berbagai aktivitas sosial warga. Setiap hari, kawasan ini dimanfaatkan untuk berolahraga , kegiatan komunitas, hingga menjadi tempat berkumpulnya kelompok lansia di sekitar kawasan Jalan Menteri Empat.
Kehadiran taman tersebut menunjukkan pentingnya penyediaan ruang publik yang ramah masyarakat, terutama bagi warga lanjut usia yang membutuhkan lingkungan nyaman untuk beraktivitas, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan.
Dengan suasana yang asri serta fasilitas yang semakin lengkap, Taman Lansia Martapura menjadi salah satu contoh pemanfaatan ruang kota yang tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kebersamaan masyarakat.”(Tim/WP)


















