JAKARTA|WARTAPAPER.COM- Jakarta kembali diguncang peristiwa tak biasa. Sekitar 50 orang berambut cepak, yang disebut-sebut berasal dari kalangan militer, muncul di Markas Polda Metro Jaya pada Kamis, (09/07/2026) dini hari. Kehadiran mereka bukan sekadar singgah, melainkan dengan tujuan jelas: mengambil saksi yang tengah diperiksa terkait kasus dugaan korupsi besar yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Menurut informasi yang dihimpun, rombongan itu tiba sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka tidak menggunakan kendaraan dinas, melainkan delapan mobil pribadi yang langsung diparkir di depan gedung Direktorat Kriminal Khusus. Baca Juga: Polisi Bongkar Harta Karun Tersembunyi di Sentul: 74 Kg Emas dan Puluhan Miliar Rupiah Kehadiran mereka menimbulkan tanda tanya besar, terlebih karena waktunya berdekatan dengan penggeledahan yang dilakukan polisi di sebuah kafe dan rumah milik Febrie Adriansyah sehari sebelumnya. Seorang sumber menyebut, tujuan mereka adalah menjemput seorang saksi sipil yang sedang diperiksa penyidik. “Mau ambil saksi yang sedang diperiksa,” ujar sumber tersebut. Hingga pagi hari, rombongan itu dikabarkan masih bertahan di lokasi. Bongkar 12 Lokasi Korupsi Batu Bara dan Asabri, Rp60 Miliar Uang Tunai hingga 74 Kg Emas Disita Latar Belakang Kasus Kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah bukan perkara kecil. Penggeledahan yang dilakukan aparat di Cafe de’Clan Cipete dan rumah Febrie berkaitan dengan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi, termasuk kasus besar seperti PT Asabri, pasokan batu bara yang berujung blackout di Sumatera, hingga perkara PT Krakatau Steel. Cafe de’Clan sendiri bukan nama asing dalam pusaran kasus ini. Tempat itu pernah menjadi lokasi penguntitan terhadap Febrie pada 2024, yang kala itu menimbulkan kegaduhan di internal aparat penegak hukum. Kini, kafe tersebut kembali disorot setelah polisi menyita uang dalam jumlah besar dari sana.Ketegangan Antar-Institusi Kehadiran puluhan pria berambut cepak di Polda Metro Jaya menimbulkan spekulasi adanya gesekan antar lembaga penegak hukum. Publik bertanya-tanya, apakah langkah itu bentuk intervensi terhadap proses hukum, atau sekadar upaya internal untuk melindungi saksi tertentu. Situasi ini mengingatkan pada sejumlah peristiwa sebelumnya, di mana hubungan antara aparat kepolisian dan kejaksaan sempat memanas. Jejak Uang Dolar Terkait Kasus Korupsi Besar Kasus penguntitan terhadap Febrie pada 2024 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana rivalitas antar lembaga bisa muncul ke permukaan. Reaksi Publik Peristiwa dini hari itu cepat menyebar di kalangan wartawan dan masyarakat. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak lazim, apalagi dilakukan secara terbuka di markas besar kepolisian. Pertanyaan besar kini menggantung: siapa sebenarnya saksi yang hendak diambil, dan mengapa harus dilakukan dengan cara seperti itu?.
(John Panjaitan/WP)
Beranda
Berita
Sekitar 50 orang berambut cepak di duga dari kalangan militer, muncul di Markas Polda Metro Jaya jemput Saksi yang diperiksa Terkait Kasus Korupsi
Sekitar 50 orang berambut cepak di duga dari kalangan militer, muncul di Markas Polda Metro Jaya jemput Saksi yang diperiksa Terkait Kasus Korupsi

Rekomendasi untuk kamu

JAKARTA|WARTAPAPER.COM – Gelombang dukungan masyarakat terhadap agenda pemberantasan korupsi terus menguat. Berbagai elemen masyarakat, termasuk…

MEDAN|WARTAPAPER.COM- Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Rabu (8/7/2026) sore menggerebek sarang narkoba di kawasan Sei…

KAMPAR|WARTAPAPER.COM-Gelombang kemarahan emak-emak di RT 020/RW 005 Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau,…

Bakti TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Idanoho, Akses Dua Desa di Nias Selatan Segera Pulih
NIAS SELATAN|WARTAPAPER.COM- Program Bakti TNI untuk Rakyat terus menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat melalui…

JAKARTA|WARTAPAPER.COM-“Sebelum Saya lahir sudah ada program transmigrasi di Konawe Selatan”, ujar Bupati Konawe Selatan…












