banner 728x250

Program Iuran Sampah Gratis Diperluas, 3.000 Rumah di Biringkanaya Segera Dibebaskan

banner 120x600
banner 468x60

banner 325x300

MAKASSAR|WARTAPAPER.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memperluas program pembebasan iuran sampah bagi masyarakat. Di Kecamatan Biringkanaya, sebanyak 6.103 kepala keluarga (KK) tercatat telah menikmati fasilitas iuran sampah gratis sejak program tersebut diterapkan pada 2025.

Perluasan program kembali disiapkan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan, sekitar 3.000 rumah tambahan di Kecamatan Biringkanaya akan masuk dalam program pembebasan iuran sampah.

RS Daya MKSR

Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (5/9/2026) malam.

Appi menjelaskan, kebijakan pembebasan iuran sampah sebelumnya menyasar rumah dengan daya listrik 450 hingga 900 volt ampere (VA). Mulai 2026-2027, cakupan tersebut direncanakan diperluas hingga rumah dengan daya listrik 1.300 VA.

“Kalau selama ini hanya di KWh meter rumah itu 450 sampai 900 watt, tahun ini insyaallah kita naikkan yang 900 sampai ke 1.300,” kata Appi.

Menurutnya, khusus di Biringkanaya, terdapat sekitar 3.000 rumah yang berpotensi mendapatkan pembebasan iuran sampah.

“Di Biringkanaya ini ada sekitar tambahan 3.000 rumah. Ada tambahan 3.000 rumah yang akan kita gratiskan dalam pembayaran iuran sampahnya,” ujarnya.

Namun, pembebasan iuran tersebut tidak semata-mata diberikan berdasarkan daya listrik. Pemkot Makassar juga mensyaratkan adanya partisipasi warga dalam memilah sampah dari rumah.

“Kalau listriknya dari 450 sampai 1.300, iuran sampahnya kita akan bebaskan. Maka dari itu, ini penting sekali, pilah sampah ta,” tegas Appi.

Kebijakan tersebut diarahkan tidak hanya untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Warga diharapkan mulai memilah sampah sejak dari sumbernya, sehingga sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan dan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Appi mengatakan, tantangan pengelolaan sampah di Biringkanaya cukup besar. Dengan jumlah penduduk yang mendekati 300 ribu jiwa, kapasitas pengolahan sampah di wilayah tersebut dinilai masih perlu diperkuat.

Saat ini, Biringkanaya memiliki tujuh TPS3R. Namun, jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan besarnya timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat.

“Di Biringkanaya ini dengan penduduk yang sangat banyak, harusnya memang TPS3R ini tidak cukup kalau cuma tujuh,” tuturnya.

“Ini harus kita tambah lagi untuk mampu mengolah begitu besar dan begitu banyak sampah yang dihasilkan,” sambung Appi.

Karena itu, Pemkot Makassar mendorong pemilahan sampah dari rumah sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Program iuran sampah gratis diharapkan menjadi salah satu pemicu agar masyarakat ikut terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selain memperluas penerima pembebasan iuran, Pemkot Makassar juga menyiapkan pembenahan terhadap sistem Bank Sampah Unit (BSU).

Appi mengatakan, pembenahan dilakukan agar masyarakat yang menyerahkan sampah nonorganik dapat memperoleh pembayaran dengan mekanisme yang lebih mudah dan cepat.

“Kalau bisa kita mencoba bagaimana masyarakat datang langsung bayar, tidak ada waktu tunggu lagi di pembayaran untuk sampah-sampah nonorganiknya. Ini kita akan coba untuk memaksimalkan,” jelasnya.

Pembenahan sistem persampahan tersebut juga akan berjalan beriringan dengan pengembangan urban farming yang dikelola kelompok masyarakat.

Appi mengatakan, Dinas Pertanian dan Perikanan akan memberikan dukungan sehingga pengelolaan sampah, pemanfaatan lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan secara simultan.

“Ini akan berjalan simultan semua ini supaya sirkulasi pengelolaan sampah ini bisa berjalan dengan baik, dan bisa dinikmati untuk memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” tandasnya.

Dengan perluasan program tersebut, Pemkot Makassar berharap persoalan sampah tidak hanya diselesaikan melalui pengangkutan, tetapi dimulai dari rumah melalui pemilahan, pengolahan dan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Makassar bersama jajaran SKPD lingkup Pemkot Makassar.

(John Panjaitan/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *