

Menurut otoritas Afghanistan, operasi tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi jaringan ISIS, baik dari sisi personel maupun fasilitas yang digunakan kelompok tersebut.
“Operasi diarahkan pada lokasi yang menjadi basis aktivitas kelompok ISIS dan pendukungnya,” demikian keterangan singkat Kementerian Pertahanan Afghanistan.
Sementara itu, militer Pakistan memberikan versi berbeda terkait situasi di perbatasan. Melalui Departemen Hubungan Masyarakat Antarlayanan (ISPR), Islamabad mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara mereka mendeteksi empat drone sederhana yang diduga diterbangkan dari wilayah Afghanistan.
Militer Pakistan menegaskan pihaknya akan mempertahankan integritas wilayah nasional dari setiap ancaman yang datang dari luar perbatasan.
Dalam pernyataannya, ISPR menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan Pakistan akan direspons secara cepat dan tegas apabila kembali terjadi.
Sejak akhir Juni 2026, Afghanistan dan Pakistan dilaporkan beberapa kali terlibat kontak senjata di sejumlah titik perbatasan.
Baik Kabul maupun Islamabad sama-sama menyatakan operasi militer yang dilakukan bertujuan menindak kelompok bersenjata dan organisasi teroris yang beroperasi di kawasan perbatasan.
Pengamat menilai meningkatnya aksi militer lintas batas berpotensi memperburuk hubungan bilateral kedua negara sekaligus menambah tantangan dalam upaya menjaga stabilitas kawasan Asia Selatan yang selama ini kerap menghadapi ancaman kelompok ekstremis.
Editor:Red/WP

















