NIAS|WARTAPAPER.COM- Pemerintah Pusat melalui audiensi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia.
Audiensi berlangsung di Ruang Direktur Pembangunan Indonesia Barat (PIB), Menara Bappenas, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Pemko Gunungsitoli untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan pembangunan daerah sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Pusat.
Rombongan Pemerintah Kota Gunungsitoli dipimpin Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., didampingi Wakil Wali Kota Martinus Lase, S.H. Turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Kesehatan, serta Sekretaris Bapperida Kota Gunungsitoli.
Rombongan diterima langsung oleh Direktur Pembangunan Indonesia Barat Bappenas RI, Jayadi.
Dalam pertemuan tersebut, Kota Gunungsitoli memaparkan sejumlah agenda pembangunan yang dinilai strategis dan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas Pemerintah dalam pelayanan masyarakat.
Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana pembangunan dan pengembangan layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Gunungsitoli. Penguatan sektor kesehatan dinilai penting untuk meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi masyarakat Kota Gunungsitoli, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di kawasan Kepulauan Nias.
Selain itu, Pemko Gunungsitoli turut mengusulkan dan membahas pembangunan Laboratorium Kesehatan Wilayah Kepulauan Nias. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan serta menunjang sistem kesehatan di wilayah kepulauan.
Agenda lainnya menyangkut penguatan konektivitas antara Kota Gunungsitoli dengan kabupaten lainnya di Kepulauan Nias. Peningkatan konektivitas antardaerah dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta memperkuat keterhubungan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Nias.
Di sektor pertanian, audiensi juga membahas rencana pembangunan jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Infrastruktur irigasi yang memadai diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat.
Sementara pada sektor infrastruktur dasar, Pemerintah Kota Gunungsitoli turut menyampaikan kebutuhan penyediaan sarana dan prasarana pendukung jalan di kawasan permukiman. Infrastruktur tersebut dipandang penting untuk meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam memastikan berbagai kebutuhan pembangunan daerah dapat dikomunikasikan dan diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
Melalui penguatan koordinasi dengan Bappenas dan kementerian/lembaga terkait, Pemko Gunungsitoli berupaya membuka ruang kolaborasi serta dukungan Pemerintah Pusat terhadap berbagai program prioritas daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan yang memiliki manfaat luas bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang terarah, terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor kesehatan, infrastruktur, konektivitas wilayah, pertanian, ketahanan pangan, dan pelayanan publik.
(Zendrato/WP)


















