banner 728x250
Berita  

Hubungan dagang dan militer antara Arab Saudi dan Taiwan memasuki babak baru yang krusial setelah Riyadh

banner 120x600
banner 468x60

RIYADH|WARTAPAPER.COM— Hubungan dagang dan militer antara Arab Saudi dan Taiwan memasuki babak baru yang krusial setelah Riyadhpp dilaporkan melakukan pembelian massal pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) senilai hampir USD 50 juta dari Taipei. Berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan Taipei yang dirilis oleh media ekonomi internasional Bloomberg dan Taiwan News, Arab Saudi secara mengejutkan melonjak menjadi pembeli terbesar dalam industri drone Taiwan dengan total transaksi rekor mencapai USD 47,2 juta dalam satu bulan saja. Langkah pengadaan alutsista udara dalam jumlah masif ini disinyalir sebagai bagian dari strategi penguatan pertahanan dan intelijen taktis jangka pendek Riyadh di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang kian membara.

Momentum pengiriman armada drone tersebut menjadi sorotan global karena terjadi sesaat sebelum pecahnya serangan udara besar-besaran yang menghantam landasan pacu Bandara Internasional Sanaa di Yaman. Serangan udara yang merusak infrastruktur bandara tersebut diluncurkan guna menghentikan pendaratan pesawat penumpang asal Iran yang dituduh melanggar wilayah udara Yaman serta membawa personel militer dan pakar teknis untuk kelompok Houthi. Menanggapi kehancuran di Sanaa, kelompok Houthi segera membalas dengan meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone ofensif yang menyasar langsung Bandara Internasional Abha di wilayah selatan Arab Saudi, memicu eskalasi militer terdahsyat antara kedua belah pihak dalam beberapa tahun terakhir.

banner 325x300

Meskipun tujuan penggunaan spesifik dari ribuan drone yang dibeli belum dibuka ke publik, Su Tzu-yun selaku Direktur Divisi Strategi Pertahanan di Institute for National Defense and Security Research (INDSR) Taipei, menilai bahwa drone berbobot 7 hingga 15 kilogram tersebut kemungkinan besar dioptimalkan untuk misi pengintaian dan patroli perbatasan jarak dekat. Di sisi lain, transaksi raksasa ini menjadi angin segar bagi pemerintahan Taiwan yang tengah gencar memposisikan industri drone domestiknya sebagai alternatif rantai pasok global yang bebas dari pengaruh Tiongkok (non-red supply chain). Bagi Arab Saudi, diversifikasi pasokan militer ini krusial untuk menjaga kesiapan tempur mereka tanpa harus bergantung penuh pada satu koridor pasokan di tengah ancaman perang regional yang kian terbuka.

Sumber Berita :
Taiwan News, Bloomberg, Arabian Business

#DroneTaiwan #MiliterArabSaudi #KonflikYaman #GeopolitikTimurTengah

(John Panjaitan/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *