Hasil survei pekan sebelumnya, tingkat kepuasan publik masih di angka 35 persen.
Reuters memberitakan, Selasa (21/9/2026), survei ini dilakukan mulai Kamis (17/9) dan berlangsung selama empat hari.
Survei ini melibatkan 1.277 orang dewasa di seluruh AS dengan margin kesalahan sebesar 3 persen.
Melemahnya dukungan kepada Donald Trump bukan hanya dari warga atau pemilih biasa.
Politikus Partai Republik yang selama ini menjadi pendukung utama Donald Trump juga mulai gerah.
Hasil survei Reuters dan Ispos menunjukkan politikus Partai Republik kecewa pada cara Donald Trump menangani masalah biaya hidup yang dikeluhkan warga, sebagai imbas perang berkepanjangan lawan Iran.
Dalam janji politiknya setelah terpilih kembali sebagai Presiden AS pada 2025 lalu, Donald Trump berkomitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengakhiri perang di luar negeri.
Tapi, faktanya Donald Trump justru memicu perang lawan Iran pada akhir Februari 2026 yang kini berubah menjadi konflik militer berkepanjangan
Kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga beberapa kebutuhan dasar lainnya.


















