banner 728x250

Eropa sedang terbakar, bukan oleh perang, tetapi oleh murka alam yang dilepaskan manusia sendiri

banner 120x600
banner 468x60

INTERNASIONAL|WARTAPAPER.COM-Panas melampaui batas akal.
35 derajat bukan lagi ancaman,
40 derajat menjadi kenyataan,
dan angka kematian berubah menjadi statistik yang dingin—
sementara tubuh manusia mendidih dalam keheningan.

Seribu nyawa di Prancis melayang tanpa peluru.
Ratusan di Spanyol dan Italia tumbang tanpa ledakan.
Lansia dan yang lemah menjadi korban pertama,
seakan dunia berkata:
“Yang rapuh akan disisihkan lebih dulu.”

banner 325x300

Aspal meleleh,
rel kereta melengkung seperti tulang yang tak lagi kuat menyangga beban,
listrik terengah-engah memberi hidup pada pendingin buatan—
ironis,
kita mencoba mendinginkan dunia yang kita panaskan sendiri.

Sekolah ditutup.
Kota-kota siaga.
Manusia diminta bersembunyi dari matahari
seperti makhluk tak berdaya di planetnya sendiri.

Ini bukan sekadar gelombang panas.
Ini tamparan keras.

Saat hutan ditebang tanpa takut,
saat bumi diperas demi kenyamanan,
saat kerakusan disebut pembangunan—
hari ini alam menagih dengan bunga yang mematikan.

Para ahli berkata: kita belum siap.
Namun sesungguhnya,
yang belum siap itu bukan teknologi—
melainkan hati manusia untuk berubah.

Akhir zaman tidak datang dengan satu ledakan besar.
Ia datang perlahan,
lewat panas yang tak tertahankan,
lewat rumah sakit yang penuh,
lewat doa yang baru terucap
saat semuanya sudah terlambat.

Jika hari ini kita masih merasa aman,
ingatlah—
panas ini hanya pembuka.

Karena ketika bumi benar-benar muak,
tak ada pendingin,
tak ada kekuasaan,
tak ada harta
yang bisa menyelamatkan manusia
dari akibat perbuatannya sendiri.

Editor:Red/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *