SORONG, DOFIOR|WARTAPAPER.COM— Polda Papua Barat Daya melalui Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda dengan menjadi narasumber pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) Universitas Muhammadiyah Sorong yang berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong, Kota Sorong. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam mencetak mahasiswa yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Dalam penyampaiannya, Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh kemampuan menjadi teladan melalui integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan menggerakkan orang lain ke arah yang positif. Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada pelayanan. Sementara itu, Sekretaris KNPI Papua Barat Daya, Faisal Wareey, S.IP., mengajak mahasiswa menjadi agent of change yang mampu menghadirkan pemikiran kritis, inovatif, dan solusi nyata bagi masyarakat.
Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong, Lukman Fauzi Rumokas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya atas dukungan serta kesediaannya memberikan pembekalan kepada peserta. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa sehingga seluruh rangkaian LDKM dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan bekal kepemimpinan yang bermanfaat bagi peserta.
Kehadiran Polda Papua Barat Daya dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Polri yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Sinergi antara Polri dan dunia kampus diharapkan terus melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan dan stabilitas kamtibmas di Papua Barat Daya.
John Panjaitan/WP


















