PANDEGELANG— Gerakan Aktivis Selatan (GAS) menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran Kepala Desa Leuwibalang dalam audiensi yang digelar di Kecamatan Cikeusik. Audiensi yang seharusnya menjadi wadah klarifikasi dan diskusi terbuka terkait progres pembangunan jalan DD tahap I tahun anggaran 2025 di Desa Leuwibalang, kini menemui kebuntuan. Absennya Kepala Desa dinilai memperlambat upaya penyelesaian proyek infrastruktur yang hingga saat ini masih mangkrak dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
A. Erik Rikardo, Koordinator Gerakan Aktivis Selatan, menegaskan bahwa kehadiran Kepala Desa sangat penting guna memberikan penjelasan langsung serta pertanggungjawaban terkait terhambatnya proyek jalan tersebut. “Kami, bersama masyarakat Desa Leuwibalang, menaruh harapan besar pada audiensi ini agar memperoleh jawaban jelas dan solusi konkret atas tertundanya penyelesaian pembangunan jalan yang sangat dibutuhkan warga,” ungkap A. Erik Rikardo. Ia juga menyoroti bahwa ketidakhadiran Kepala Desa dan pejabat terkait tidak hanya mengecewakan, namun juga menunjukkan kurangnya itikad baik dalam menyelesaikan persoalan publik.
“Kami tidak akan lelah mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan tanggungjawab yang diberikan kepada warga. Pembangunan akses jalan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga sudah seharusnya semua pihak menunjukkan komitmen dan transparansi dalam proses penyelesaiannya,” tegas A. Erik Rikardo.
Gerakan Aktivis Selatan menyerukan kepada seluruh instansi yang terkait agar terbuka untuk berdialog dan mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. GAS berharap proses audiensi selanjutnya dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola pembangunan di Desa Leuwibalang dan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah desa dan kecamatan.
(Redaksi/WP)
















