JAKARTA|WARTAPAPER.COM- Rasa dongkol dan kecewa masyarakat terhadap kelakuan para koruptor yang hobi “makan berjamaah” akhirnya dibayar tuntas hari ini. Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil tindakan tegas dengan mengumumkan “Operasi Bersih Total” untuk membongkar habis sarang korupsi di dalam tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selama ini, rakyat dipaksa membayar pajak dari keringat sendiri, tapi uangnya malah dijadikan ladang basah dan dipakai foya-foya oleh oknum elite. Hari ini, praktik busuk itu resmi dihentikan!
Bongkar Trik Licik Korup Berjamaah: Bikin Anak-Cucu Perusahaan Fiktif
Dari hasil pemeriksaan mendalam, ditemukan fakta mengejutkan yang bikin kita geleng-geleng kepala. Struktur BUMN sengaja dibuat membengkak sampai 1.077 perusahaan.
Ternyata, ini adalah trik licik oknum mafia birokrasi. Mereka sengaja membuat anak, cucu, hingga cicit perusahaan fiktif (palsu) hanya untuk bagi-bagi jabatan empuk, menyembunyikan uang negara, dan menghindari pengawasan.
Merespons kekecewaan mendalam rakyat, Presiden hari ini langsung mengepret mereka lewat tiga langkah nyata:
Langsung Ditutup Hari Ini: 240 BUMN bermasalah yang cuma jadi beban resmi dibubarkan. Dibersihkan Akhir Bulan Ini: 250 BUMN abal-abal lainnya sedang dalam proses cuci gudang (likuidasi) dan harus beres Juli ini.
Sikat Habis Akhir Tahun: Sampai 31 Desember 2026, total 800 BUMN yang tidak becus kerja dan terus merugi akan ditutup selamanya!
Pemerintah hanya akan menyisakan 250 perusahaan negara yang benar-benar sehat, jujur, dan kerja nyata untuk rakyat.
Rp70 Triliun Kembali ke Kantong Rakyat
Lewat aksi bersih-bersih dari direksi fiktif dan komisaris titipan ini, negara berhasil menghemat uang raksasa mendekati Rp70 triliun!
Uang yang tadinya hampir dimaling berjamaah ini tidak akan lagi masuk ke kantong tikus berdasi. Mulai hari ini, dana tersebut langsung dialihkan untuk kebutuhan mendesak rakyat, seperti:
1. Ketahanan Pangan (Bikin harga sembako murah dan stabil).
2. Air Bersih dan Energi (Bantuan fasilitas langsung ke desa-desa).
3. Infrastruktur Rakyat (Bangun jalan, jembatan, dan fasilitas umum).
Aset Negara Dikunci, Koruptor Dimiskinkan!
Presiden juga memberi peringatan keras kepada pihak luar yang mau memanfaatkan situasi: Aset negara tidak dijual! Perusahaan kebanggaan kita seperti PT PAL (kapal laut), PT Pindad (senjata), dan PT Dirgantara Indonesia (pesawat) dikunci rapat di bawah lembaga Danantara agar tidak jatuh ke tangan asing.
Bagi para koruptor kerah putih, siap-siap gigit jari. DPR RI dan seluruh aparat hukum (jaksa dan hakim) sudah bersatu di garda terdepan. Dengan aturan baru, hukumannya tidak cuma penjara, tapi aset dan brankas rahasia mereka akan disita habis sampai miskin!
“Negara hadir untuk rakyat, bukan untuk membiayai keserakahan oknum,” tegas Presiden, mewakili suara hati seluruh rakyat Indonesia yang sudah lelah dikhianati koruptor.
(Editor:John Panjaitan/WP)


















