Informasi diperoleh, serangan mendadak itu terjadi Sabtu (10/6) sekitar pukul 10.30 wib, saat karyawan termasuk sopir dan kondektur sedang sibuk bekerja. Para preman bayaran itu menyerang dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul.
Aksi preman bayaran itu sudah sering terjadi. Namun, pihak kepolisian setempat tidak mau bertindak tegas. Bahkan, para preman diduga bayaran PT SBP itu tidak mengindahkan hasil mediasi yang menyatakan agar pihak PT SBP tidak membuat keributan yang berakibat tindak pidana.
Puluhan sopir dan kernet PT BI yang diwawancarai dilokasi kejadian mengatakan, mereka tidak dapat berbuat banyak karena para preman datang secara tiba-tiba., membawa senjata tajam dan benda tumpul.Kuasa hukum PT Belawan Indah, Dr Darmawan Yusuf dedak polisi usut pelaku penyerangan dan otak pelaku.
Itu Sebagian besar pekerja dan sopir serta kenek berlarian keluar dari areal PT.BI untuk menyelamatkan diri.
Masih kata supir truk PT BI, “Kami akan terus bertahan sampai titik darah penghabisan, sampai kami dapat bekerja dengan aman lagi, kami akan ikut mengawal ini,” ujarnya meminta demi keamanan namanya tidak ditulis, Sabtu (20/6/2026).
Selain mengalami luka-luka, para preman bayaran yang berasal dari salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) itu turut merusak dan menggulingkan mobil mini bus Toyota BK 1599 OY milik mandor PT BI berikut belasan sepeda motor dijarah para preman.
Para preman dari pihak PT.SBP turut mengancam seorang ibu rumah tangga yang mencoba mengabadikan gambar para pelaku dengan ponsel ketika merusak sebuah mobil, para preman memaksa wanita itu harus menghapus foto.
Sekitar 1 jam lebih peristiwa penyerangan dan pembantaian para pekerja PT.BI, barulah pihak kepolisian datang kelokasi.
Hingga Pukul 13.30 wib, aksi preman masih berlanjut. Mereka dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam konvoi mengitari PT.BI dengan menggeber-geber sepeda motor. Masyarakat sekitar lokasi juga mengaku sangat resah dengan aksi para preman bayaran tersebut.
“Mengapa para pelaku penyerangan itu bisa leluasa berkali-kali melakukan aksi kriminal di PT BI tanpa takut sedikitpun dengan hukum. Kita desak Polres Pelabuhan Belawan segera tangkap para preman diduga bayaran ini, kita punya gambar lengkap setiap inci aksi perbuatan mereka di PT BI ,” terang Pengacara nasional ternama itu, sembari menambahkan, seret juga aktor intelektual dan penyandang dana para preman penyerang.
“Sekali lagi kepada Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi mohon atensinya, tuntaskan penyerangan berdarah ini. Negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut, dan tidak boleh tunduk pada premanisme, sikat tuntas semua yang terlibat menyerang PT BI, khususnya masyarakat, para pengusaha, harus terbebas dari aksi premanisme,” timpalnya, berharap para korban yang terluka dan sedang dirawat di rumah sakit jangan sampai jadi korban jiwa, dapat selamat. Kejadian ini berawal pada Kamis 11 Juni 2026 sejak PT SBP mulai membangun pagar tembok tinggi di tanah milik PT BI. Kemudian, dilakukan mediasi oleh Forkopimcam Belawan yang dihadiri langsung Kapolsek Belawan, Danramil, Camat Medan Belawan dan Dinas Perukim TRTB Medan, agar pihak PT SBP menghentikan pembangunan tembok yang dilakukan, dengan dasar tidak memiliki izin PBG dan menghindari terjadinya konflik menimbulkan pelanggaran hukum.Namun pihak PT SBP melalui diduga kaki tangannya terus melakukan penembokan pagar hingga saat ini.(John Panjaitan/WP)


















