Enam medali perak tersebut diraih oleh para siswa yang telah menunjukkan kemampuan, disiplin, dan semangat juang selama mengikuti pertandingan. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga karate di lingkungan UPT SMP Negeri 13 Medan mampu mendorong siswa untuk berkompetisi dan berprestasi.
Adapun enam atlet yang berhasil menyumbangkan medali perak tersebut adalah Alya Shaumi dan Syifa Oktania dari kelas VII, Yasmin Khairunnisa dari kelas VIII, serta Yogi, Alfino Pratama, dan Sapta Yudha dari kelas VII.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa dengan diraihnya penghargaan sebagai kontingen terbaik. Penghargaan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Dojo Spentiglas dalam kejuaraan karate tingkat Sumatera Utara tersebut.
Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras siswa, latihan yang konsisten, serta dukungan pelatih dan pihak sekolah. Capaian itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Prestasi ini patut kita apresiasi. Kami bangga atas perjuangan para siswa yang telah membawa nama baik sekolah melalui kejuaraan karate tingkat Sumatera Utara. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Awal Ihsan P. Harahap.
Ia berharap pengalaman bertanding dalam Kaira Cup 2026 dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk menghadapi kejuaraan berikutnya. Evaluasi dan latihan berkelanjutan juga akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan teknik, mental bertanding, dan sportivitas para atlet.
Dengan raihan enam medali perak serta penghargaan sebagai kontingen terbaik, Dojo Spentiglas UPT SMP Negeri 13 Medan diharapkan terus melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan di masa mendatang.
(Redaksi/WP)


















