banner 728x250

Reses III DPRD Kabupaten Bandung, H. Asep Ikhsan Serap Aspirasi Warga: SDM Unggul Jadi Kunci Hadapi Persaingan Global

banner 120x600
banner 468x60

BANDUNG|WARTAPAPER.COM— Masa Sidang Reses III DPRD Kabupaten Bandung menjadi momentum bagi H. Asep Ikhsan, anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Demokrat Dapil 6, meliputi Kecamatan Ciparay, Baleendah, Pacet, dan Kertasari, untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (20/8/2026) tersebut sekaligus menjadi agenda silaturahmi dan dialog langsung bersama warga di daerah pemilihannya. Dalam kegiatan itu, H. Asep Ikhsan didampingi Kepala Desa Magungharja, Kecamatan Ciparay.

banner 325x300

Beragam aspirasi pembangunan disampaikan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan ekonomi warga.

Salah satu perhatian utama adalah penguatan pendidikan kejuruan melalui SMK Wirakarya 1 dan SMK Wirakarya 2. Pendidikan vokasi dinilai strategis karena tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

H. Asep Ikhsan menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan Kabupaten Bandung. Menurutnya, tantangan persaingan saat ini tidak lagi terbatas pada tingkat daerah, tetapi telah berkembang hingga tingkat nasional dan global.

«“Pembangunan tidak cukup hanya membangun infrastruktur. Yang paling penting adalah membangun manusianya. SDM yang unggul akan menjadi kekuatan Kabupaten Bandung menghadapi persaingan ke depan.

Selain pendidikan kejuruan, penguatan pendidikan tinggi di bidang kesehatan juga menjadi perhatian. Ketersediaan tenaga profesional yang kompeten dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Asep Ikhsan menekankan, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses harus dikawal agar tidak berhenti sebatas catatan. Setiap usulan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah maupun DPRD perlu diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan.

“E-Pokir yang menjadi aspirasi masyarakat harus dikawal sesuai mekanisme, sehingga program pembangunan benar-benar memiliki manfaat dan menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses demokrasi dan perencanaan pembangunan untuk memastikan kebijakan daerah memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah tuntutan pembangunan dan persaingan global, aspirasi warga dalam Reses III tersebut menegaskan pentingnya pendidikan dan peningkatan kualitas SDM sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.

(John Panjaitan /WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *