banner 728x250

Gubernur Sumatera Utara Boby Nasution Ultimatum Pemkab Karo: Kalo ga Bisa di Selesaikan Pemkab Kasus Pungli Restribusi Sidebuk Debuk,Biar Kami Selesaikan

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN|WARTAPAPER.COM – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menanggapi video viral pungutan retribusi berlapis menuju lokasi wisata air panas Sidebuk-debuk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dia meminta persoalan ini tidak terulang kembali.  mengultimatum Pemkab Karo untuk segera mengatasinya. Bila merasa tidak mampu, Pemprov Sumut akan turun tangan mengatasinya. “Sudah saya sampaikan sama jajaran di Pemprov, kalau Pemkab tidak bisa selesaikan, biar kami selesaikan,” ucap Bobby singkat saat ditanya wartawan di Kabupaten Samosir, Sabtu (13/6/2026).Video viral tersebut diunggah oleh salah satu konten kreator Medan, DA. Dalam video terlihat kekesalan seorang tamu yang hendak berkunjung ke lokasi air panas Desa Semangat, Kabupaten Karo. DA mengungkapkan adanya pungutan liar bermodus retribusi sah. “Dua kali, bagaimana mau wisata Karo bagus, kalau banyak kali pengutipan,” cetus Dinda dalam videonya yang telah ditonton hampir jutaan kali ini.  Tanggapan Kadis Pariwisata Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo, Tomi Kemit, meminta maaf kepada seluruh pengunjung yang kemarin sempat terdampak pungutan berlapis di lokasi jalan menuju pemandian air panas.   “Kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karo meminta maaf dengan adanya insiden kemarin yang menjadi viral. Dinas Pariwisata saat ini telah menutup segala bentuk retribusi yang ada di jalur wisata air panas, sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Tomi saat dijumpai di ruangannya, Kamis (04/06/2026). Tomi menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan hasil terbaik terkait retribusi yang ada di jalur wisata air panas. “Kami terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan solusi terbaik dari insiden kemarin,” kata dia.    Jonelpin Saragih putra daerah di setiap daerah banyak yang malas kerja tapi butuh uang instan terpaksa melakukan pungli,budaya itu sudah membudaya di konoha,dan pemerintahnya terpaksa diam karena sudah bersalah tidak menyediakan loker lain..jadi serba salah sehingga mental generasi kian makin rusak dan akhirnya mudah kacau semua, komentar Jonelpin Saragih putra daerah bahwa setiap daerah banyak yang malas kerja tapi butuh uang instan terpaksa melakukan pungli,budaya itu sudah membudaya di konoha,dan pemerintahnya terpaksa diam karena sudah bersalah tidak menyediakan loker lain..jadi serba salah sehingga mental generasi kian makin rusak dan akhirnya mudah kacau.(John Panjaitan/WP)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *