banner 728x250

Antisipasi Aksi Penimbunan Pangan Jelang Nataru 2026, Gubernur Luthfi minta Satgas Pengendalian Harga Kabupaten/Kota Diperkuat

banner 120x600
banner 468x60

Pernyataan itu disampaikan saat acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Sinergi Pengendalian Inflasi Pangan (SIGAP) 2026, di Pendopo Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Kamis, 5 November 2026.

banner 325x300

Luthfi menegaskan, pemerintah harus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok jauh sebelum memasuki periode peningkatan kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh Bupati dan Walikota diminta melakukan langkah-langkah antisipasi.

Menurutnya, pengawasan harus diperketat untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang berpotensi merugikan masyarakat. Ia juga meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengambil tindakan apabila menemukan pelanggaran.

Luthfi menjelaskan, pengawasan harga pangan akan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah, pemerintah provinsi, dan kejaksaan.

“Semuanya akan ikut bersama-sama membentuk suatu tim untuk melakukan pengawasan wilayah,” jelasnya.

Selain itu, Luthfi meminta kepala daerah memperkuat distribusi bahan pokok dari wilayah surplus ke daerah yang membutuhkan.

Komoditas seperti bawang merah dan cabai agar menjadi perhatian karena perbedaan kemampuan produksi antardaerah dapat memengaruhi stabilitas harga.

Luthfi juga meminta badan usaha milik daerah (BUMD) mengoptimalkan perannya sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi petani. Pemerintah kabupaten/kota didorong aktif menjalin kerja sama antardaerah tanpa hanya mengandalkan koordinasi antarpedagang.

“Bagi daerah defisit, jalin kerja sama antardaerah dengan daerah surplus. Tidak usah gengsi. Jangan pedagangnya yang koordinasi antarpedagang, kepala daerah yang koordinasi,” tegasnya.

Di sisi lain, operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) diminta terus digencarkan sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat.

Sebab, pengendalian inflasi bukan pekerjaan yang dapat dilakukan secara mendadak ketika harga sudah melonjak. Karenenya, pemerintah daerah harus memiliki pemetaan stok, kebutuhan, serta jalur distribusi bahan pangan untuk mengantisipasi gejolak harga sejak dini.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Luthfi juga menyerahkan secara simbolis dukungan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah kepada 10 kelompok penerima.

Di antaranya Gapoktan Maju Makmur Magelang, Kelompok Perikanan Sumber Rejeki Temanggung, Poktan Ngudi Mulyo Kabupaten Semarang, Poktan Sidukuh Pemalang, dan Poktan Margodadi Batang. Penerima lainnya berasal dari Temanggung, Banjarnegara, Banyumas, Sukoharjo, dan Klaten.
WARTAPAPER.COM

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *