banner 728x250

126 Unit Hunian Tetap Selesai Dibangun di Desa Kalui, Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang Segera Tempati Rumah Baru

banner 120x600
banner 468x60

ACEH TAMIANG|WARTAPAPER.COM– Harapan masyarakat korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang untuk memiliki hunian yang layak mulai terwujud. Sebanyak 126 unit hunian tetap (Huntap) kini dibangun di Desa Kalui, Kecamatan Tamiang Hulu, sebagai bagian dari program relokasi terpusat bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir Desember 2025.

banner 325x300
Pembangunan hunian tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana. Masyarakat nantinya akan menerima kunci rumah setelah proses pembangunan selesai.

Project Manager (PM) proyek, Dodi, saat ditemui di lokasi pembangunan pada Jumat, 6 November 2026, mengatakan pekerjaan pembangunan Huntap melibatkan sejumlah perusahaan konstruksi yang tergabung dalam kerja sama operasional (KSO).

Adapun perusahaan yang terlibat di antaranya PT Murni Konstruksi Indonesia, PT Cipta Abi Pertama, PT Sarjana Budi Perkasa Ricipta (KSO), serta PT Carisa bersama Maju.

Menurut Dodi, pembangunan hunian tersebut menggunakan sistem konstruksi yang telah dirancang dan dipersiapkan sebelumnya. Komponen bangunan dibuat dengan ukuran tertentu sehingga proses pemasangan di lapangan dapat dilakukan secara lebih praktis.

“Bangunan ini tidak membutuhkan waktu terlalu lama dalam proses pemasangannya, karena seluruh komponen sudah didesain dengan ukuran tertentu. Jadi, pekerja di lapangan tinggal memasang. Sistem pemasangannya juga menggunakan baut,” ujar Dodi.

Ia menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket Hunian Tetap Relokasi Terpusat dan Pendukung Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dengan sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berdasarkan data proyek, pekerjaan memiliki nilai anggaran sebesar Rp110.123.685.340 dan berlokasi di Desa Kalui, Kecamatan Tamiang Hulu. Pekerjaan dijadwalkan mulai pada 14 Oktober 2026.

Sementara itu, Datuk Penghulu Desa Kalui, Andik, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap pembangunan 126 unit hunian tersebut agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran.

Ia berharap rumah-rumah yang dibangun benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang pada akhir tahun lalu.

“Saya harus ikut mengontrol dan memastikan pembangunan ini berjalan dengan baik. Penerima Huntap juga harus sesuai dengan masyarakat yang benar-benar terdampak banjir. Kami berharap keberadaan 126 unit hunian tetap ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kalui,” kata Andik.

Pembangunan 126 unit Huntap tersebut menjadi salah satu langkah pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran hunian permanen diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih aman, tetapi juga membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah terdampak bencana banjir bandang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *