MEDAN|WARTAPAPER.COM-Saat Paulus menulis surat pertamanya kepada jemaat di Korintus, dia menulis kepada orang-orang percaya yang mengalami perpecahan yang intens. Kekuasaan dan politik di dalam komunitas gereja menyebabkan umat Kristen berpaling dari pengajaran Yesus dan bersaing satu sama lain. Dan oleh karenanya, orang-orang miskin menderita, orang-orang menjadi kebingungan dengan teologi, dan hal-hal yang tidak bermoral mendapatkan pembiaran.
Jadi setelah membuka kesalahan-kesalahan mereka, dan menunjukkan bagaimana cara hidup yang sesuai dengan Roh Kudus, Paulus merangkum keinginannya bagi jemaat di Korintus dalam kalimat ini…
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikap beranilah dan tetaplah kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
1 Korintus 16:13-14 PBTB2
Berjaga-jagalah…
Paulus menggunakan kata ini untuk mengingatkan teman-temannya agar terus memperhatikan kehidupan mereka, komunitas mereka, dan pilihan yang mereka ambil. Dia tahu bahwa mereka tidak selalu waspada, sehingga mereka tidak menyadari kebohongan, tipuan, atau muslihat yang disusupkan oleh si jahat dalam komunitas mereka.
Berdirilah dengan teguh…
Perbuatan yang tidak bermoral adalah masalah utama jemaat Korintus. Namun bukannya ditentang, umat Kristen di Korintus malah membiarkannya. Jadi Paulus mengingatkan mereka bahwa mereka adalah satu tubuh. Jika satu orang diizinkan untuk tidak menghormati Tuhan, maka mereka semua adalah bagian dari masalah. Mereka perlu belajar untuk berdiri teguh dalam iman supaya keinginan mereka yang terbesar adalah untuk menyenangkan Tuhan, bukan manusia.
Bersikap beranilah dan tetaplah kuat…
Untuk menahan serangan rohani, jemaat Korintus perlu berdiri kuat bersama-sama. Mereka perlu secara berani menggunakan karunia dan talenta mereka untuk menguatkan komunitas gereja dan membantunya bertumbuh–bahkan saat terlihat tidak sejalan dengan budaya yang ada dan terasa tidak nyaman.
…Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih
Dalam 1 Korintus 13, Paulus menulis bahwa dia bisa jadi sempurna, melakukan segalanya dengan benar, tidak pernah berdosa, dan selalu menaati perintah Tuhan–namun jika dia tidak punya kasih, ini tidak ada artinya. Kekuatan, keberanian, dan komitmen–tidak ada artinya jika kasih Tuhan bukan menjadi pusat dari segala yang kita pikirkan dan kerjakan.
Jika tidak didasarkan pada kasih Tuhan, berdiri teguh bisa menjadi pembenaran diri, kekuatan bisa menjadi kebebalan, dan keberanian bisa menjadi sikap arogan.
Jadi langkah apa yang akan Anda ambil untuk berdiri teguh dalam hal yang Anda yakini dengan kekuatan dan keberanian? Saat Anda menentukan pilihan, ingatlah bahwa Tuhan berperang bagimu, dan Roh Kudus ada bersamamu. Dia memampukan engkau menerima dan membagikan kasih-Nya dengan berani.
John Panjaitan


















