Medan|Wartapaper.Com – Tingkat inflasi pada Mei 2026 menjadi topik perhatian serius dari berbagai pihak terutama berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) yang kondusif di Sumatera Utara, dilakukan diskusi bersama Pengamat Ekonomi dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec., di Kantor Fakultas Ekonomi & Bisnis USU, Selasa (2/6/2026).
Diskusi ini merupakan hasil koordinasi dengan Direktorat Perencanaan, Pengembangan dan Evaluasi Program USU tersebut membahas perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang Mei 2026 serta langkah membangun opini publik yang sehat guna mencegah disinformasi di bidang ekonomi.
Dr. Wahyu menegaskan bahwa tingkat inflasi pada Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan dipicu oleh melonjaknya harga emas perhiasan seiring meningkatnya minat masyarakat berinvestasi pada logam mulia.
Harga bahan pokok dan barang penting (Bapokting) juga mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan akibat iklim yang mempengaruhi hasil panen serta adanya kendala berupa hambatan distribusi ke berbagai daerah.
“Peningkatan permintaan emas dan terganggunya pasokan bahan pokok menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen,” ucapnya.
Selanjutnya pertumbuhan ekonomi nasional masih menghadapi tantangan struktural. Indonesia dinilai masih terlalu bergantung pada ekspor bahan baku dan impor barang jadi.
Kondisi ini menunjukkan sektor industri pengolahan dalam negeri belum berkembang secara optimal hingga nilai tambah ekonomi seharusnya dapat dinikmati masyarakat masih terbatas.
Menurutnya, meskipun angka pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan tren positif, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas.
Hal itu pertumbuhan masih didominasi sektor pertambangan dan kelompok usaha besar, sementara sebagian masyarakat masih berada di garis kemiskinan.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, pemerintah dinilai perlu terus melanjutkan kebijakan subsidi serta bantuan sosial tepat sasaran.
Langkah penting agar dampak kenaikan harga kebutuhan pokok tidak semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah.
Penyebaran informasi ekonomi akurat dan terpercaya guna mencegah munculnya disinformasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dengan pemahaman yang benar terhadap kondisi ekonomi nasional, diharapkan situasi Sitkamtibmas di Sumatera kondusif.(RED/Wartapaper.Com)


















