Foto : Tim KKL SESKOAD saat melakukan penelitian lapangan pada salah satu sasaran Program Karbak TNI AD di Kepulauan Nias.
GUNUNGSITOLI|WARTAPAPER.COM-
Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) datang ke Kepulauan Nias untuk mengkaji secara langsung pelaksanaan Program Karya Bakti (Karbak) TNI AD Untuk Rakyat Tahun 2026 yang saat ini berlangsung di sejumlah wilayah.
Tim KKL SESKOAD terdiri dari Kabidopsdik Seskoad Kolonel Inf Suwondo, Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) sekaligus Wakil Direktur Lembaga Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Kolonel Inf S. Zaga, S.H., Kolonel Inf M. Isnaeni, Pasis Seskoad Mayor Laut (P) Jerry May, Mayor CZI M. Firman Fauzi, Dosen UGM Prof. Dr. Priyono, Asisten Peneliti UGM Gabriela Patricia dan Yusni M. Ali, Dosen UMSU Assoc. Prof. Dr. Rizka Harfiani, Mahasiswi UMSU Elva Safira dan Lutfiah K. Nasution, serta perwakilan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Nias (UNIAS).
Kunjungan diawali di Makodim 0213/Nias. Rombongan disambut Danrem 023/KS, Dandim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., Kasdim 0213/Nias, para staf, serta Danramil jajaran Kodim 0213/Nias.
Paparan meliputi berbagai sasaran kegiatan fisik dan nonfisik, antara lain pembangunan infrastruktur, pembangunan atau rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sarana air bersih melalui sumur bor, serta sejumlah kegiatan bakti sosial.
Informasi tersebut menjadi bahan awal bagi tim peneliti untuk memahami sasaran program, mekanisme pelaksanaan, perkembangan kegiatan, hingga bentuk keterlibatan TNI AD bersama pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam pelaksanaan Karbak.
Setelah menerima paparan, Tim KKL SESKOAD membagi diri menjadi dua kelompok dan melanjutkan penelitian ke sejumlah lokasi yang menjadi sasaran Program Karbak TNI AD.
Penelitian dilakukan dengan meninjau langsung sejumlah kegiatan, di antaranya pembangunan jembatan, RTLH, serta pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor.
Di lokasi sasaran, tim tidak hanya melakukan pengamatan terhadap hasil pekerjaan, tetapi juga berdialog dengan aparat desa dan masyarakat penerima manfaat.
Melalui wawancara dan diskusi langsung, tim menggali informasi mengenai proses pelaksanaan kegiatan, kondisi masyarakat sebelum program dilaksanakan, manfaat yang telah dirasakan, serta tanggapan warga terhadap pelaksanaan Program Karbak TNI AD.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan program dari perspektif masyarakat sebagai penerima manfaat.
Antusiasme masyarakat terlihat ketika tim melakukan dialog di sejumlah lokasi. Warga dan aparat desa memberikan informasi serta menyampaikan pengalaman mereka terkait pelaksanaan kegiatan Karbak di wilayah masing-masing.
Penelitian lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai implementasi Program Karbak TNI AD Untuk Rakyat Tahun 2026 di Kepulauan Nias.
Data dan temuan yang diperoleh selanjutnya dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi dalam pengembangan program pengabdian TNI AD kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
Pelaksanaan KKL SESKOAD di Kepulauan Nias juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara TNI AD, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui sinergi tersebut, Program Karbak TNI AD diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses terhadap infrastruktur, hunian layak dan sarana air bersih.
Pada akhirnya, keberadaan Program Karbak TNI AD diharapkan dapat turut mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Nias.
(Firman Zendrato/WP)


















