banner 728x250

Sandiwara Jahat Anak SD-SMP: Temannya Tenggelam di Sungai, 7 Orang Ini Malah Kompromi Hilangkan Baju & Bikin Alibi Palsu?!

banner 120x600
banner 468x60

CISADANE|WARTAPAPER.COM-Kabar duka sekaligus bikin elus dada datang dari dunia kreator cilik. Neill Angkasa Satyanegara, atau yang dikenal sebagai Nesa Scent (creator cilik ulasan parfum usia 13 tahun/kelas 1 SMP), dikabarkan meninggal dunia karena tenggelam di Kali Cisadane. Tapi yang bikin publik geram bukan cuma musibahnya, melainkan respons dari 7 orang teman mainnya yang masih usia SD-SMP!

Kronologi Kejadian:

banner 325x300

📌Sabtu, 31 Juli 2026:
Ibu almarhum (Dewi Satyanegara) pergi mengantar anak keduanya untuk acara fashion show TK. Saat itu, Nesa memilih diam di rumah. Tak lama, salah satu temannya berinisial A mengirim pesan WhatsApp berpura-pura mengajak Nesa sholat Maghrib bareng. Padahal, mereka sebenarnya janjian main di luar.
Kejadian di Kali Cisadane (Sekitar Jam 15.30 WIB):
Nesa pergi main bareng 7 orang temannya di area sungai. Sekitar jam setengah empat sore, musibah terjadi dan Nesa tenggelam di sungai tersebut.

📌Skenario dan Kepungan Bungkam (Jam 15.30 – 19.00 WIB):
Bukannya minta tolong ke warga sekitar atau lapor ke orang tua, ke-7 anak ini malah diduga sepakat untuk main rapi. Mereka diduga berkoordinasi (briefing) untuk saling menutupi kejadian. Bahkan, barang bukti berupa pakaian dan sandal milik Nesa dihilangkan dan diumpetin jauh dari TKP. Rekaman CCTV memperlihatkan rombongan teman-temannya pulang tanpa adanya Nesa bersama mereka.

📌Keluarga Mencari & Kebohongan Terbongkar:
Melihat Nesa tak kunjung pulang hingga petang, sang ibu mulai panik dan mencari Nesa ke teman-temannya. Saat ditanya, teman-temannya sempat bungkam dan pura-pura tak tahu. Terduga otak dari alibi ini (inisial A) bahkan tetap berskenario seolah-olah mereka tidak main bareng hari itu.

📌Pengakuan Salah Satu Teman (Sekitar Jam 19.00 WIB / Malam Hari):
Rasa takut akhirnya membuat salah satu teman berinisial R ngaku ke orang tuanya. R mendatangi ibu almarhum dan jujur: “Mami Angkasa maaf ya gitu, aku takut. Soalnya mau ngomong gitu gak boleh ngomong kalau Angkasa kemana gitu.” Dari situlah terbongkar bahwa Nesa sebenarnya sudah tenggelam sejak jam 15.30 WIB.

Banyak netizen yang merasa heran dan prihatin, bagaimana bisa anak-anak seusia SD-SMP sudah memiliki keberanian untuk menyusun alibi, menghilangkan barang bukti, dan membiarkan temannya tanpa bantuan selama berjam-jam?

Mari kita kawal terus kasus ini agar keluarga almarhum mendapatkan keadilan dan kebenaran yang sejelas-jelasnya.

John Panjaitan/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *