
MAKASSAR|WARTAPAPER.COM-Perubahan tersebut terpantau pada daftar Registration Bans FIFA per Jumat (4/9/2026). Hilangnya nama PSM dari daftar berarti klub kini tidak lagi berada dalam status larangan pendaftaran pemain yang sebelumnya membatasi aktivitas mereka di bursa transfer.
Kepastian ini menjadi kabar penting bagi PSM yang memasuki musim baru dengan komposisi skuad yang mengalami perubahan. Klub berjuluk Juku Eja tersebut sebelumnya harus menghadapi persoalan administratif terkait sanksi FIFA di tengah persiapan kompetisi.
PSM Kembali Bisa Mendaftarkan Pemain
Registration Ban merupakan sanksi yang membuat klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru, baik untuk kompetisi nasional maupun internasional. FIFA menjelaskan, klub yang terkena larangan tersebut baru dapat kembali mendaftarkan pemain setelah masa sanksinya selesai atau larangan dicabut setelah persyaratan tertentu dipenuhi.
Bagi PSM, berakhirnya status tersebut membuka kembali ruang untuk menyelesaikan proses administrasi pemain yang disiapkan menghadapi Super League 2026/27.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, membenarkan bahwa sanksi tersebut telah dicabut. Ia menyebut seluruh pemain yang ada saat ini akan didaftarkan ke kompetisi.
“Semua pemain yang ada sekarang (didaftarkan). Ada 31 pemain,” kata Sulaiman, dinukil dari detiksulsel, Jumat (4/9/2026).
Dengan demikian, persoalan Registration Ban tidak lagi menjadi penghalang bagi PSM untuk memasukkan pemain-pemainnya ke dalam daftar kompetisi. Proses berikutnya berkaitan dengan penyelesaian administrasi pendaftaran sesuai ketentuan kompetisi.
Datang Menjelang Laga Perdana
Pencabutan sanksi tersebut terjadi ketika PSM sudah berada di penghujung persiapan menuju pertandingan pertama musim baru.
Juku Eja akan langsung menghadapi lawan berat pada pekan pembuka Super League 2026/27. PSM dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (6/9/2026).
Pertandingan tersebut akan dimulai pukul 19.00 WIB, sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi I.League.
Laga ini juga menjadi pertandingan kompetitif pertama PSM di bawah arahan Darije Kalezic pada musim 2026/27. I.League mencatat Kalezic sebagai pelatih kepala PSM untuk kompetisi tersebut.
Situasi itu membuat kepastian soal pendaftaran pemain menjadi semakin relevan. PSM tidak hanya memasuki musim baru dengan pelatih kepala baru, tetapi juga membawa sejumlah perubahan dalam komposisi tim.
Di sisi lain, Persib bukan lawan yang asing bagi PSM. Kedua tim sudah beberapa kali bertemu dalam kompetisi sebelumnya. Pada pertemuan terakhir di Liga Indonesia, Persib menang 2-1 atas PSM di Stadion Gelora BJ Habibie pada 17 Mei 2026.
Fokus Beralih ke Persiapan Kompetisi
Berakhirnya Registration Ban memberikan kepastian administratif bagi PSM menjelang pertandingan pembuka. Setelah persoalan tersebut tidak lagi tercantum dalam daftar larangan FIFA, perhatian klub kini dapat diarahkan pada persiapan teknis menghadapi musim baru.
Khusus untuk laga di Bandung, PSM menghadapi juara bertahan Persib pada pertandingan pertama. Tantangan tersebut sekaligus menjadi kesempatan awal bagi Kalezic untuk menguji skuad yang telah dipersiapkan klub dalam pertandingan resmi.
Bagi Juku Eja, musim baru akhirnya dimulai setelah persoalan di luar lapangan yang sempat membayangi persiapan tim mendapatkan titik terang. Kini, bagaimana komposisi pemain tersebut bekerja di lapangan akan menjadi cerita berikutnya.
(John Panjaitan/WP)
Berita Terkait

















