Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Musi Rawas Ratna Machmud dan diterima Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal.

banner 325x300

Kunjungan ini menjadi wujud pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah guna memperkuat program pemberdayaan masyarakat, khususnya yang membawa manfaat langsung bagi warga.

Limbah yang sebelumnya mencemari lingkungan kini berubah menjadi sumber penghasilan sekaligus upaya pelestarian lingkungan.

Ketua TP PKK Kabupaten Tegal Nilna Almuna Ischak menjelaskan, program ini mengubah pandangan masyarakat terhadap limbah dapur.

“Melalui JELITA, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa minyak jelantah bukan sekadar limbah. Jika dikumpulkan dan dikelola dengan baik, jelantah memiliki nilai ekonomi sekaligus dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ujarnya.

Selain JELITA, TP PKK Kabupaten Tegal juga memaparkan program unggulan lain: pembinaan desa binaan di 18 kecamatan, penguatan kelembagaan keempat kelompok kerja, serta transformasi Posyandu berpedoman pada enam Standar Pelayanan Minimal.

Nilna menegaskan keberhasilan program tak lepas dari sinergi kader, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Setiap kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai pertukaran pengalaman menjadi ruang saling menginspirasi.

“Harapannya, kunjungan ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja sama dan pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Musi Rawas Ratna Machmud menyatakan pihaknya sengaja membawa kepala perangkat daerah agar dapat memahami langsung praktik terbaik yang dikembangkan Tegal.

“Kami datang untuk belajar dan melihat langsung inovasi yang ada di Kabupaten Tegal. Banyak ilmu dan inspirasi yang kami dapatkan untuk diterapkan di daerah kami,” tutur Ratna.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ischak juga memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Tegal, mulai dari destinasi wisata Guci hingga kekayaan kuliner khas seperti sate kambing muda Batibul–Balibul serta tahu aci.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat jalinan kerja sama kedua daerah, tidak hanya dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di bidang pariwisata, ekonomi kreatif, dan pembangunan lainnya.

(Redaksi/WP)