Bahkan, Presiden menyatakan, jika diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian siap dikurangi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi.
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita,” tegas Presiden Prabowo.
“Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” lanjutnya.
Menurut Presiden, langkah penghematan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempersiapkan Indonesia menjadi salah satu negara terbesar di dunia pada periode 2045-2050.
Kepala Negara menekankan bahwa keberhasilan Indonesia menjadi negara maju sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini.
“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujarnya.
Presiden juga menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh aspek pertahanan dan keamanan semata, tetapi juga oleh tingkat kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, rakyat yang sehat, kuat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini,” kata Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengapresiasi kontribusi TNI dan Polri yang dinilai aktif membantu masyarakat melalui berbagai program, seperti pembangunan jembatan dan penyediaan titik air bersih di berbagai daerah.
“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkapnya.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah milik rakyat sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu masyarakat dan mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat.
“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden.


















