banner 728x250
Berita  

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan Luapkan kemarahannya kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam forum rapat kabinet di Camp David pada akhir pekan lalu

banner 120x600
banner 468x60

INTERNASIONAL|WARTAPAPER.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meluapkan kemarahannya kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam forum rapat kabinet di Camp David pada akhir pekan lalu.

Peristiwa yang dipicu oleh menipisnya persediaan amunisi militer AS tersebut berimbas pada terbatasnya opsi tindakan militer terhadap Iran.

banner 325x300

Informasi dari dua sumber internal menyebutkan bahwa Trump mencecar pimpinan Pentagon setelah mendapati kenyataan bahwa persediaan rudal jarak jauh berpemandu serta amunisi sistem pertahanan udara berada di tingkat kritis.

Kondisi ini bertolak belakang dengan laporan berkala yang diterimanya, yang mengeklaim persoalan pasokan amunisi telah diselesaikan.

Krisis amunisi ini menjadi alasan utama di balik penundaan rencana operasi militer berskala besar terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Laporan tersebut turut menyoroti durasi manufaktur rudal Patriot yang memerlukan waktu produksi hingga dua tahun meski kontrak kerja sama dengan pihak industri pertahanan telah ditandatangani.

Dalam perdebatan tersebut, Hegseth membela diri dan melempar tanggung jawab kepada Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg atas kelalaian dalam memastikan validitas data persediaan amunisi yang dilaporkan kepada presiden.

Pihak Gedung Putih secara tegas menepis kabar konfrontasi tersebut melalui Juru Bicara Karoline Leavitt yang menyebut narasi yang beredar sepenuhnya sebagai berita bohong dan menegaskan bahwa presiden tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Menteri Hegseth.

Sikap senada disampaikan Juru Bicara Pentagon Sean Parnell yang membantah tuduhan penyesatan informasi persediaan amunisi dan menilai seluruh klaim tersebut sebagai cerita rekaan semata.

Di sisi lain, Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan seluruh stok rudal jarak jauh surface-to-surface jenis ATACMS dan PrSM selama lima bulan keterlibatan konflik dengan Iran.

Kondisi terkurasnya amunisi presisi bernilai satu juta dolar AS per unit ini meningkatkan kecemasan Pentagon terkait kesiapan tempur jangka pendek serta potensi eskalasi militer dengan kekuatan besar lain seperti Tiongkok.

Hasil kajian ilmiah CSIS menunjukkan bahwa sekitar 65 persen amunisi rudal Patriot dan minimal 38 persen persediaan THAAD telah terpakai sejak periode Februari hingga Juli.

Selain itu, Angkatan Laut Amerika Serikat tercatat telah mengoperasikan hampir separuh dari total pasokan global rudal penjelajah Tomahawk yang diluncurkan dari armada kapal perang dan kapal selam mereka sejak permusuhan dimulai pada Februari.

John Panjaitan/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *