banner 728x250

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Tambolaka Gelar aksi unjuk rasa Tuntut kejelasan Hukum Atas Kematian Tragis Goris Bessu di wilayah Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya

banner 120x600
banner 468x60

SUMBA BARAT DAYA|WARTAPAPER.COM – Dua tahun berlalu sejak kematian tragis Goris Bessu di wilayah Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, namun hingga kini pelaku belum juga terungkap. Kondisi tersebut memicu kemarahan dan kekecewaan keluarga korban yang bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut kejelasan hukum.

Aksi yang berlangsung pada Senin (15/06/2026) menjadi bentuk protes terhadap lambannya penanganan kasus yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan sejak peristiwa berdarah tersebut terjadi pada 5 Juni 2024.

banner 325x300

Anak korban, Evi Bessu, mengatakan keluarganya selama ini terus menanti kepastian hukum. Namun, harapan demi harapan yang sempat muncul justru berakhir tanpa hasil jelas.

“Kami hanya ingin keadilan bagi ayah kami. Sudah dua tahun berlalu, tetapi kasus ini masih menjadi misteri,” ucapnya di hadapan massa aksi.

Menurut keterangan keluarga, sebelum ditemukan menjadi korban penganiayaan di kawasan dekat Gua Maria Don Bosco Weepangali, Goris Bessu didatangi oleh seorang pria tak dikenal yang mengajaknya keluar rumah pada pagi hari. Tidak lama kemudian, keluarga menerima kabar bahwa korban ditemukan dalam kondisi kritis akibat serangan orang tak dikenal.

Sejak saat itu, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Namun hingga kini, belum ada tersangka berhasil diungkap dalam kasus tersebut.

PMKRI Cabang Tambolaka yang turut mendampingi keluarga korban menilai negara harus hadir memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Mereka mendesak kepolisian untuk membuka kembali seluruh rangkaian penyelidikan dan mengusut tuntas kasus yang telah lama menggantung itu.

Dalam aksi tersebut, Wakapolres Sumba Barat Daya menemui para demonstran dan menyampaikan komitmen bahwa pihaknya akan kembali mendalami kasus kematian Goris Bessu hingga tuntas.

Meski demikian, keluarga korban mengaku belum sepenuhnya percaya. Pasalnya, janji serupa pernah disampaikan pada masa awal penyelidikan, namun kasus tersebut kembali tenggelam tanpa perkembangan yang berarti.

Bagi keluarga, perjuangan mencari keadilan bukan sekadar mengungkap pelaku, tetapi juga memulihkan kepercayaan terhadap hukum. Mereka berharap komitmen yang disampaikan kali ini benar-benar diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar janji yang kembali hilang ditelan waktu.

Kasus Goris Bessu kini menjadi perhatian publik. Di tengah desakan masyarakat yang semakin kuat, aparat penegak hukum dituntut membuktikan keseriusannya untuk mengungkap misteri kematian yang selama dua tahun masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga korban dan masyarakat Sumba Barat Daya.(Kerma/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *