TEHERAN|WARTAPAPER.COM-🇮🇩🇮🇷 Sejumlah delegasi Pemerintah Indonesia termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni hingga Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya bertakziah ke makam mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Masyhad, Iran. Hal ini terungkap dalam unggahan di akun Instagram Ahmad Muzani, Sabtu (11/7).
Muzani mengatakan, kedatangan delegasi RI diterima Penjaga Utama Makam Suci Imam Reza, Ayatollah Ahmad Marvi. Muzani menyebut, makam mendiang Ayatollah Ali Khamenei berdekatan dengan makam Imam Reza, salah satu lmam ke-8 bagi keyakinan umat Islam Syiah Iran.
“Bagi masyarakat Iran, Kompleks Makam Suci Imam Reza di Masyhad salah satu tempat suci yang sering didatangi peziarah dari berbagai dunia karena menjadi salah satu destinasi wisata religi,” ucap dia. Muzani juga menyampaikan bahwa delegasi Indonesia telah kembali ke Tanah Air.
Terpisah selama kunjungan ke Iran, delegasi RI, khususnya Sugiono juga menemui Menteri Luar Negeri Iran, Y.M. Seyyed Abbas Araghchipada Jumat (10/7) waktu setempat kemarin.
“Dalam pertemuan bilateral, kedua Menteri Luar Negeri menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia-Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas,” mengutip siaran pers Kemlu, Sabtu (11/7).
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia tetap mengutus Dubes untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, sebagai representasi negara. Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa hanya pejabat diatas Dubes yang mendapatkan akses resmi ke area persemayaman. Namun hal itu tidak menghentikan Dubes RI yang bergabung dengan masyarakat Iran untuk mendoakan Khamenei di lokasi persemayaman.
Hal tersebut didasari oleh padatnya agenda pemerintah, di mana Indonesia tengah disibukan untuk menyiapkan serangkaian kunjungan kenegaraan pemimpin dari Belarus, Singapura, dan India yang berlangsung secara beruntun pada periode 1–8 Juli 2026. Sementara dalam waktu yang hampir sama, rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung pada 3-9 Juli 2026.
Meski begitu, Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kendala teknis tersebut tidak memengaruhi hubungan bilateral dengan Iran, yang dipastikan tetap berjalan baik. Hal ini kemudian dibuktikan lewat kunjungan delegasi Indonesia yang tetap diterima Iran ditengah konflik dengan AS yang kembali memanas.
#Indonesia2045
#IndonesiaEmas2045
#Geopolitik
#Diplomasi
#IndonesiaIran
Editor:John Panjaitan/WP


















