Penegasan tersebut disampaikannya saat melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memimpin kegiatan Program Curhat Warga dan Bakti Sosial di Polsek Medan Tuntungan, Sabtu (13/06/2026).
Kedatangan Kapolrestabes Medan bersama rombongan disambut hangat dengan tarian tradisional Karo yang dipimpin langsung Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Adil Ginting bersama unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Turut hadir dalam kegiatan Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, Danramil 07/MT, para Pejabat Utama Polrestabes Medan, Camat Medan Tuntungan Berani Perangin-angin, Kepala KUA Thamrin Harahap, para lurah se-Kecamatan Medan Tuntungan, Ketua Forwatun Tison Sembiring, Ketua FJMT Tonijer Hutagalung, serta perwakilan masyarakat.
Kombes Pol Jean Calvijn memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Medan Tuntungan dan Satlantas Polrestabes Medan yang dinilai berhasil mengurai kemacetan di kawasan Gereja GBI Rumah Persembahan, yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antar satuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Prestasi positif yang kalian lakukan adalah berhasil mengurai kemacetan yang bertahun-tahun menjadi momok di lokasi tersebut. Menjaga lalu lintas di hari libur masyarakat, di situlah energi pengayoman dan pelayanan kita sesungguhnya dibutuhkan,” tegas Kapolrestabes Medan.
Selain menyoroti pelayanan publik, Kapolrestabes Medan juga memaparkan capaian kinerja jajaran Polrestabes Medan dalam memberantas kejahatan jalanan serta peredaran narkoba.
Berdasarkan evaluasi 200 hari pertama masa kepemimpinannya, angka kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor berhasil ditekan hingga 15 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut setara dengan pencegahan terhadap 497 kasus kejahatan jalanan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Meski demikian, Jean Calvijn mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut belum cukup apabila masyarakat masih merasa khawatir terhadap situasi keamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Angka 15 persen ini merepresentasikan pencegahan terhadap 497 kasus kejahatan jalanan. Namun saya tegaskan bahwa memberi keamanan tetapi tidak memberikan rasa aman kepada masyarakat adalah hal yang percuma,” imbuhnya.
Karena melalui Program Curhat Warga, pihaknya ingin mendengar secara langsung berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes juga menekankan pentingnya sinergitas tiga pilar antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, ia turut mengingatkan seluruh personel Polri agar menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Saya minta hindari segala bentuk pelanggaran. Rangkaila prestasi dalam bingkai kebersamaan untuk melayani masyarakat dengan lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama masyarakat yang menyampaikan berbagai masukan terkait keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepolisian di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan.(John Panjaitan/WP)


















