JAKARTA|WARTAPAPER.COM-Menyampaikan informasi pertahanan negara secara tegas, akurat, dan berwibawa di hadapan media nasional maupun internasional bukanlah perkara mudah. Posisi ini membutuhkan sosok perwira yang tidak hanya matang di lapangan, tetapi juga ulung dalam berkomunikasi.
Di jajaran TNI, salah satu putra terbaik asal Sumatera Barat yang sukses mengemban amanah mahapenting tersebut adalah Mayor Jenderal TNI (Purn) Mochamad Fuad Basya.
Pria kelahiran 7 Agustus 1957 ini merupakan jenderal bintang dua baret hijau lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1981. Puncak karier militernya dihiasi saat ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI periode 2014–2015. Jabatan prestisius ini menjadikannya sebagai “wajah” sekaligus juru bicara utama seluruh institusi Tentara Nasional Indonesia.
Rekam Jejak Strategis di Jalur Komando
Sebelum memimpin pusat komunikasi TNI, Fuad Basya telah melanglang buana di berbagai posisi penting. Ia dikenal memiliki keahlian yang kuat di bidang perencanaan strategis dan logistik militer.
Beberapa posisi top yang pernah diamanahkan kepadanya antara lain:
Wakil Asisten Logistik KSAD (Waaslog KSAD) pada tahun 2008 sewaktu berpangkat Brigadir Jenderal.
Wakil Asisten Perencanaan Umum (Waasrenum) Panglima TNI pada tahun 2009.
Staf Ahli Panglima TNI sebelum akhirnya resmi dilantik menjadi Kapuspen TNI pada 21 Maret 2014 menggantikan Laksda TNI Iskandar Sitompul.
Jenderal yang Teguh Memegang Adat: Menyandang Gelar Datuak
Meskipun sukses menembus jajaran elit perwira tinggi di ibu kota, Fuad Basya tidak pernah sedikit pun melupakan akar budaya dan garis leluhurnya. Ia merupakan putra dari Hj. Ainil Mardiah Gazali yang berasal dari Kurai Limo Jorong, Bukittinggi.
Dalam struktur adat Minangkabau yang kokoh, ia berasal dari persukuan (klan) Simabua Daujuang, Garegeh Koto Salayan. Dedikasi dan kepemimpinannya di tingkat nasional membuat kaum dan sanak saudaranya di kampung halaman mempercayakan amanah yang sakral kepadanya, yaitu gelar kehormatan adat sebagai Datuak Bagindo Ali.
Kombinasi antara ketegasan seorang jenderal TNI dan kebijaksanaan sebagai seorang pemangku adat (Niniak Mamak) membuat sosok Mayjen (Purn) M. Fuad Basya menjadi teladan nyata bagi generasi muda Urang Awak. Beliau membuktikan bahwa setinggi apa pun kita merantau dan sukses di luar sana, bumi kelahiran dan adat istiadat harus tetap dijunjung tinggi.
Sumber: Wikipedia
#MFuadBasya #MayjenFuadBasya #KapuspenTNI #JuruBicaraTNI #TNIAD #Akmil1981 #PurnawirawanTNI #JenderalTNI #TokohMinang #UrangAwak #Bukittinggi #KuraiLimoJorong #Garegeh #KotoSalayan #Simabua #DatuakBagindoAli #AdatMinangkabau #InspirasiMinang
Editor:Red/WP


















