SIMALUNGUN|WARTAPAPER.COM- Sebuah musibah memilukan terjadi di Latek 32, Afdeling II, Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Selasa malam (16/6). Satu keluarga yang sedang berteduh dari hujan deras disambar petir, merenggut nyawa seorang ibu muda berusia 30 tahun dan melukai sang suami hingga harus dirawat intensif di ruang ICU. Tiga anak kecil mereka, termasuk seorang balita berusia tiga tahun, selamat tanpa luka.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dihubungi pada Rabu, 17 Juni 2026, sekira pukul 11.43 WIB mengakui kejadian no pidana tersbut.
“Begitu informasi diterima, Kapolsek langsung memerintahkan personel untuk segera turun ke lapangan. Inilah wujud nyata Polri yang tidak menunggu, tetapi bergerak cepat untuk masyarakat,” ungkap AKP Verry Purba.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, pada Selasa, 16 Juni 2026, sekira pukul 20.00 WIB, korban Suratman Damanik (49) mengendarai sepeda motor bersama istrinya, Lirahayu Siregar (30), serta ketiga anak mereka — NFD (11), GD (6), dan DSD (3) — dalam perjalanan pulang ke rumah di Huta II, Nagori Tanjung Hataran. Di tengah perjalanan, hujan lebat tiba-tiba turun, memaksa mereka berteduh di Latek 32 Afdeling II.
Dalam kegelapan yang menyelimuti, Lirahayu menyalakan senter dari ponsel miliknya untuk menerangi sekitar. Namun naas, pada saat itu petir menyambar dengan dahsyat, menghantam keduanya seketika. Suratman dan Lirahayu tergeletak tak berdaya.
Menyaksikan kedua orang tuanya tak sadarkan diri, anak sulungnya berlari sekuat tenaga sejauh sekitar 500 meter menuju Pondok Afdeling II untuk meminta pertolongan. Keberanian bocah itu berhasil menggerakkan warga sekitar untuk segera mendatangi lokasi kejadian.
Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., menerima informasi tersebut sekira pukul 20.30 WIB dan tanpa menunggu lama langsung memerintahkan Pawas IPDA Hendrawan Sembiring, S.Sos., beserta piket fungsi untuk segera menuju TKP. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi, berkoordinasi dengan Pangulu Tanjung Hataran, serta mendokumentasikan seluruh kondisi di TKP.
Pasangan suami istri (Pasutri) itu segera dilarikan ke RS Laras untuk mendapatkan penanganan medis. Namun Lirahayu Siregar tidak berhasil diselamatkan. Jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka. Sementara itu, Suratman Damanik masih berjuang melawan maut dan hingga kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Laras. Tiga anak mereka dinyatakan selamat tanpa mengalami luka fisik.
“Polres Simalungun menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum Ibu Lirah ayu Siregar diterima di sisi-Nya, dan Bapak Suratman segera diberikan kesembuhan,” imbuh AKP Verry Purba dengan nada penuh empati.(John Panjaitan/WP)


















