banner 728x250

HUT 344 Tahun Kota Bandar Lampung: 82 Kendaraan Hias dan 538 Penari Padati Pawai Budaya Begawi

banner 120x600
banner 468x60

Eva Dwiana membuka Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya HUT 344 Bandar Lampung. 82 kendaraan hias dan 538 peserta ikut meriahkan, Sabtu (19/7/2026).

BANDAR LAMPUNG|WARTAPAPER.COM— Jalanan di pusat Kota Bandar Lampung, Sabtu (19/7/2026) lumpuh. Bukan karena macet, tapi karena lautan manusia tumpah ruah menyaksikan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya.

banner 325x300

Acara ini jadi pembuka rangkaian HUT ke-344 Kota Bandar Lampung. Ada 82 kendaraan hias dan 538 peserta dari berbagai komunitas budaya yang berjalan sejauh 3 kilometer.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana langsung melepas rombongan dari garis start.

“Festival ini warisan budaya yang sangat berharga. Lewat sini kita perkenalkan kekayaan Lampung ke generasi muda dan wisatawan,” kata Eva.

Reog Hingga Kostum Dayak Jadi Sorotan

Yang bikin heboh bukan cuma kendaraan hias dari BUMN, BUMD, dan OPD. Tapi juga atraksi para peserta.

Ada tarian Reog dengan topeng setinggi 3 meter, kostum Burung Enggang khas Dayak, drumband SMPN 32, hingga tarian adat Lampung. Komunitas dari Cirebon, Jawa Barat, hingga Jawa Timur juga ikut meramaikan.

“Peserta total 538 orang. Tujuannya jelas, melestarikan budaya dan nunjukin hasil pembangunan ke masyarakat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bandar Lampung, Adiansyah.

Kendaraan Hias Saingi Karnaval Jakarta

Tak kalah menarik, 82 kendaraan hias ikut turun. Mulai dari instansi vertikal, perguruan tinggi, kecamatan, sampai FKUB. Masing-masing menampilkan tema pembangunan dan kearifan lokal.

Dewan juri yang diisi akademisi dan budayawan menilai langsung di sepanjang rute. Penilaian bukan cuma dari kemeriahan, tapi juga pesan yang disampaikan.

Eva mengapresiasi antusiasme peserta. Ia minta semua tampil sportif.

“Saya ucapkan terima kasih. Jaga sportivitas dan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.

Festival ini diharapkan jadi magnet wisata. Pemkot menargetkan HUT ke-344 ini bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar menggerakkan ekonomi pelaku UMKM di sepanjang rute.

John Panjaitan/WP

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *