JAKARTA|WARTAPAPER.COM-Pengacara Hotman Paris mengusulkan agar pemerintah menghapus jabatan komisaris pada perusahaan BUMN maupun BUMD.
Menurutnya, keberadaan komisaris kurang efektif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan justru membebani keuangan negara.
Lewat akun Instagram pribadinya pada Selasa (30/6/2026), Hotman menyebut jabatan komisaris bisa jadi merupakan hadiah karena berjasa kepada pemerintah.
Ia pun mengaitkan kondisi ekonomi Indonesia sekarang yang menurutnya adalah perlu penghematan anggaran.
“Kalau komisaris dihapus di seluruh BUMN dan BUMD negara akan menghemat triliunan rupiah,” kata Hotman.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan ingin memangkas 750 BUMN.
Ia menyoroti besarnya gaji jajaran direksi di perusahaan-perusahaan pelat merah yang bisa dihemat dengan kebijakan tersebut.
Prabowo mengatakan jumlah BUMN yang awalnya ada lebih dari seribu akan dikurangi hingga sekitar 250 perusahaan.
Menurutnya, pengurangan jumlah BUMN akan otomatis mengurangi biaya overhead.
Biaya overhead adalah pengeluaran bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi barang atau jasa, termasuk gaji dewan direksi hingga komisaris.
Bayangkan, lebih dari 750 BUMN kita tutup. 750 direktur utama, 750 direksi kali 4 atau 5 (orang), 750 komisaris kali 10 (orang). Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa,” tutur Prabowo di Penutupan Sarasehan KSTI di JCC Senayan, Jakarta pada Minggu (28/6/2026).
#Komisaris #BUMN #Prabowo #HotmanParis
Editor:Red/WP


















