MEDAN|WARTAPAPER.COM- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat merespons antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

banner 325x300

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) segera memulihkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu maksimal dua hari.

Permintaan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi yang melibatkan Pertamina, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (14/7/2026).

Bobby menegaskan masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan distribusi.

Ia meminta seluruh hambatan operasional segera diatasi agar aktivitas warga dan roda perekonomian kembali berjalan normal.

Menurut Bobby, berdasarkan penjelasan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh menipisnya stok BBM, melainkan terganggunya proses pengiriman dari terminal BBM menuju SPBU.

“Yang perlu diselesaikan secepatnya adalah distribusinya. Targetnya dalam dua hari kondisi harus kembali normal,” ujar Bobby.

Distribusi Terganggu, Bukan Pasokan BBM

Pemerintah Provinsi Sumut memastikan pasokan energi di terminal BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kendala utama terjadi karena berkurangnya jumlah pengemudi mobil tangki yang bertugas mengantarkan BBM ke berbagai SPBU.

Situasi tersebut membuat sebagian armada distribusi tidak dapat beroperasi secara optimal sehingga pasokan ke sejumlah SPBU mengalami keterlambatan.

Dampaknya, antrean kendaraan muncul di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir.

Bobby menegaskan persoalan internal perusahaan tidak boleh berdampak luas terhadap pelayanan publik.

“Kami ingin masyarakat tetap mendapatkan pelayanan energi dengan baik. Persoalan internal perusahaan harus segera diselesaikan tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Sumut telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membantu kelancaran distribusi apabila diperlukan.

Personel disiapkan guna mendukung operasional, baik dalam aspek pengamanan maupun membantu kebutuhan teknis distribusi sesuai permintaan Pertamina.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyaluran BBM ke seluruh wilayah Sumatera Utara sehingga antrean di SPBU dapat segera terurai.

Pertamina Tambah Armada dan Awak Mobil Tangki

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan terus memperkuat sistem distribusi guna mempercepat normalisasi layanan.

Area Manager Communication, Relations and CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan perusahaan telah menambah armada distribusi untuk mempercepat penyaluran dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU.

Selain penambahan 15 unit mobil tangki, Pertamina juga mengerahkan 30 awak mobil tangki tambahan agar distribusi berjalan lebih optimal.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pasokan di seluruh SPBU yang terdampak keterlambatan distribusi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumatera Utara, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menyebut pemerintah daerah terus memantau perkembangan distribusi setiap hari.

Ia mengatakan Gubernur Bobby Nasution telah meminta agar proses normalisasi tidak berlarut-larut dan Pertamina menyatakan siap memenuhi target tersebut.

“Pertamina berkomitmen mempercepat normalisasi distribusi sesuai arahan Gubernur,” ujar Dedi.

Dengan stok BBM yang dipastikan masih aman, pemerintah berharap masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan energi tetap tersedia.

Fokus utama saat ini adalah mempercepat distribusi agar seluruh SPBU kembali beroperasi secara normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

(John Panjaitan/WP)