JAKARTA|WARTAPAPER.COM – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman secara tegas menyatakan bahwa Ulta Levenia Nababan kini sudah tidak lagi menduduki posisi sebagai Tenaga Ahli Utama di KSP.
Pernyataan klarifikasi tersebut disampaikan untuk merespons sorotan tajam dari publik terkait pernyataan kontroversial Ulta yang sempat mengaitkan fenomena alam dengan proyek teknologi tertentu. Dudung mengungkapkan bahwa yang bersangkutan memang pernah mengabdi di lingkungan lembaga kepresidenan tersebut namun masa tugasnya telah resmi berakhir.
Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak, ujar Dudung di Jakarta pada hari Kamis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini figur tersebut telah beralih profesi dan mengemban tugas baru sebagai salah satu deputi di lingkungan Bakom.
Dengan status kepegawaian yang sudah lepas dari lembaga kepresidenan, segala pandangan maupun pernyataan pribadi yang disampaikan Ulta dipastikan sama sekali tidak mewakili sikap resmi Kantor Staf Presiden.
Jadi, bukan anggota saya lagi itu, kata Dudung menegaskan batasan institusional agar masyarakat tidak salah mengartikan posisi dan kedudukan yang bersangkutan.
Berkenaan dengan rentetan bencana alam yang melanda berbagai wilayah belakangan ini, Dudung memandang peristiwa tersebut murni sebagai bagian dari dinamika alam semesta.
Ia menambahkan bahwa para ilmuwan serta pakar di bidang terkait juga telah melakukan kajian mendalam serta memantau perkembangan situasi lingkungan secara objektif.
Kalau masalah bencana alam, kalau menurut saya itu dinamika alam lah ya, dan para ahli juga sudah mempelajari, kemudian melihat perkembangan saat ini, ucap Dudung menjelaskan pandangannya.
Tentunya, saya punya keyakinan bahwa ini kan kehendak Yang Kuasa, artinya memang dinamika alam sudah seperti ini, sambungnya menandaskan keyakinan spiritual di balik musibah tersebut.
Pejabat tinggi militer purnawirawan tersebut juga menyatakan sikap bahwa dirinya tidak melihat adanya indikasi keterlibatan aktor asing di balik rangkaian musibah alam yang terjadi.
Menurutnya, masyarakat hendaknya tidak mudah terseret pada spekulasi liar yang menghubungkan bencana murni geologis maupun meteorologis dengan kepentingan pihak-pihak luar negeri.
Menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya, pungkas Dudung mengakhiri penjelasan resminya.
(John Panjaitan/WP)


















