banner 728x250

DPR Desak BGN Serius Tangani FY, Siswa yang Kejang Usai Dugaan Keracunan MBG

banner 120x600
banner 468x60
JAKARTA|WARTAPAPER.COM– Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait serius menangani kondisi FY, 16 tahun, siswa asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mengalami gangguan kesehatan setelah diduga keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Permintaan itu disampaikan setelah FY mengalami kejang ketika hendak menjalani pemeriksaan Elektroensefalografi atau EEG di RSUP H Adam Malik Medan, Sumatera Utara.

banner 325x300

“Kita minta, ya dari BGN, bahkan dari instansi-instansi yang terkait untuk bisa menangani mereka secara serius,” kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Saan, kondisi siswa tersebut sudah cukup memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan secara cepat. Ia meminta  pemerintah daerah bersama BGN tidak menunda langkah yang diperlukan untuk memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan.

“Sekali lagi, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan. Ini penting untuk segera ditangani,” ujar politikus Partai NasDem itu.

Saan juga menyoroti persoalan biaya pengobatan. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan biaya pemulihan korban ditangani secara serius sehingga keluarga tidak semakin terbebani.

Ia beralasan sebagian korban dugaan keracunan MBG berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Termasuk juga karena pasti mereka yang keracunan itu kan berasal dari kalangan keluarga yang kurang mampu,” kata Saan.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan awal, tetapi juga mencakup biaya pemulihan kesehatan korban.

Kondisi FY sebelumnya disampaikan oleh ibunya, Elvinus Lusiana br Sitanggang. Elvinus mengatakan kondisi anaknya belum kembali seperti semula sejak mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG pada Agustus 2026.

Menurut Elvinus, FY tiba-tiba mengalami kejang ketika hendak menjalani pemeriksaan EEG di RSUP H Adam Malik. Peristiwa itu membuat keluarga mempertanyakan kondisi kesehatan anak mereka.

“Kami kemari mau kasih EEG. Tapi tadi anak saya tiba-tiba kejang. Terus, kata dokternya tidak ada penyakitnya. Tapi kenapa bisa anakku seperti itu? Jadi aku tidak puas sama hasil yang disampaikan dokter,” ujar Elvinus.

FY merupakan siswi SMK Bersama Berastagi. Ia disebut mengalami gangguan kesehatan bersama ratusan pelajar lainnya di Kabupaten Karo setelah menyantap menu MBG pada pertengahan Agustus 2026.

Sejak kejadian tersebut, FY telah menjalani pemeriksaan dan perawatan di lima rumah sakit. Pemeriksaan terakhir dilakukan di RSUP H Adam Malik Medan.

Elvinus mengatakan keluarga hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai penyakit yang dialami putrinya. Ia menyebut dokter meminta keluarga merekam kondisi FY jika kembali mengalami kejang untuk membantu proses pemeriksaan.

Bagi keluarga, kondisi tersebut menjadi pukulan berat. FY disebut sebagai siswi berprestasi yang kerap meraih juara kelas dan aktif dalam organisasi sekolah sebagai wakil ketua.

Kini, kata Elvinus, aktivitas sekolah FY terhenti karena kondisi kesehatannya. Keluarga masih memusatkan perhatian pada proses pemulihan dan belum berencana menempuh jalur  hukum. Mereka bahkan mempertimbangkan pengobatan alternatif sebagai salah satu upaya.

Di sisi lain, RSUP H Adam Malik memberikan penjelasan mengenai kondisi medis FY. Manajer  Hukum dan Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan FY telah tiga kali menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Pada pemeriksaan terakhir, FY menjalani EEG untuk mendeteksi kemungkinan gangguan fungsi otak. Namun, menurut Rosario, kondisi pasien saat ini tergolong stabil.

“Kondisinya stabil. Jadi saat ini memang yang diperlukan hanya rawat jalan saja,” kata Rosario.

Rosario mengatakan penanganan medis terhadap FY tetap akan dilanjutkan. Untuk pembiayaan, perawatan pasien ditanggung melalui BPJS Kesehatan.

Perbedaan informasi antara kekhawatiran keluarga dan hasil pemantauan medis tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan lanjutan untuk memperoleh kepastian mengenai kondisi FY.

Adapun dugaan bahwa gangguan kesehatan FY berkaitan dengan konsumsi MBG masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan laboratorium. Kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan menjadi penting, baik untuk menentukan penanganan korban maupun sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG.

Desakan DPR agar BGN turun tangan menjadi perhatian di tengah tuntutan keluarga korban yang menginginkan kepastian penanganan, biaya pengobatan, dan penyebab gangguan kesehatan yang dialami anak mereka.
(John Panjaitan/WP)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *