Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Suara Arus Bawah tersebut mengangkat tema “Menjadi Tuan Rumah di Energy, Dari Perut Bumi ke PAD”. Forum ini menjadi ruang dialog bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengelolaan potensi energi Kalimantan Timur serta kontribusinya terhadap pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., Kapolresta Samarinda, akademisi dari Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas), serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), pelaku industri minyak dan gas bumi serta pertambangan, hingga kalangan akademisi didorong untuk membangun kesamaan pandangan mengenai penguatan kemandirian energi daerah dan tata kelola sumber daya yang berkelanjutan.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam diskusi ini adalah pengelolaan Participating Interest (PI) sebesar 10 persen. Skema tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai peluang keterlibatan daerah dalam pengelolaan sektor hulu minyak dan gas bumi, sehingga manfaat ekonomi dari aktivitas energi dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Wakapolda Kaltim dalam kegiatan ini mencerminkan partisipasi Polri dalam mendukung komunikasi dan sinergi dengan pemerintahan di Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pengelolaan sumber daya energi, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui ARUSBAWAH Energy Forum 2026, diskusi mengenai masa depan energi Kalimantan Timur diharapkan menghasilkan gagasan konstruktif untuk memperkuat kemandirian energi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mendorong agar kekayaan energi daerah dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Timur.
(HerkulanusWP)


















