Foto: Bong Kong Bun ikut Lelang mobil Sudah Lunas Namun BPKB tak diserahkan hingga lapor ke Penegak hukum.
KUBU RAYA|WARTAPAPER.COM-Bong Kong Bun, yang akrab disapa Abun warga Kota Baru Ujung Desa Pal 9 Sungai Kakap, meminta kepada pihak perusahaan selaku balai lelang untuk bertanggung jawab dan segera menyelesaikan persoalan dokumen kendaraan yang dibelinya melalui lelang pada Juni 2024.
Abun mengungkapkan, dirinya mengikuti proses lelang mobil pada Juni 2024 dan telah menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran sesuai prosedur yang berlaku.
Ia mengaku memiliki bukti transaksi dari aplikasi lelang, kuitansi pembayaran, serta surat pengeluaran unit kendaraan.
Namun, meskipun pembayaran telah lunas dan kendaraan sempat berada dalam penguasaannya, persoalan dokumen kendaraan belum juga terselesaikan.
“Pembayaran sudah lunas.
Bukti dari aplikasi lelang ada, kuitansi pembayaran ada, surat pengeluaran unit juga ada.
Yang menjadi masalah sampai sekarang adalah surat-menyurat kendaraan, terutama BPKB, yang belum saya terima,” ungkap Abun.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga dilakukan mediasi antara pihak-pihak terkait.
Dalam mediasi tersebut, menurut Abun, muncul kesepakatan bahwa kendaraan akan dibeli kembali atau dilakukan pembelian balik (buyback).
Ia menyebut pihak perusahaan menyampaikan rencana untuk mengajukan pembelian kembali unit kendaraan tersebut, termasuk membicarakan nilai atau harga yang akan disepakati.
Akan tetapi, Abun mengaku kecewa karena setelah sekitar dua bulan sejak kesepakatan mediasi, belum ada komunikasi lanjutan maupun penyelesaian konkret yang diterimanya.
Namun, sampai sekarang sudah dua bulan, saya belum dihubungi lagi.
Saya berharap ada niat baik untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Abun menegaskan, dirinya telah mengikuti prosedur lelang dan melunasi pembayaran sesuai ketentuan.
Karena itu, ia meminta pihak yang terkait dengan transaksi tersebut memberikan kepastian, baik mengenai kelengkapan dokumen kendaraan maupun realisasi kesepakatan pembelian kembali.
Ia juga berharap pihak perusahaan sebagai balai lelang dapat membantu menangani persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut.
Nilai tersebut, menurut keterangannya, merupakan total pengeluaran yang telah dikeluarkannya terkait kendaraan tersebut.
“Saya berharap persoalan ini bisa segera ditangani dan diselesaikan.
Saya sudah mengikuti prosedur, pembayaran juga sudah lunas.
Tolong pihak-pihak yang berwenang dan perusahaan terkait membantu menyelesaikannya agar ada kepastian bagi saya,” tegasnya.
Abun menyatakan dirinya menginginkan penyelesaian yang jelas atas persoalan tersebut, terutama terkait status dokumen kendaraan dan kesepakatan pembelian kembali yang menurutnya telah dibicarakan dalam mediasi.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak perusahaan serta pihak terkait lainnya agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang dan memperoleh kejelasan.
(Redaksi/WP)


















