SULSELBAR|WARTAPAPER.COM-Program Penggunaan Digitalisasi sangat di perlukan saat dan bagaimana perangkatnya di pergunakan dan bagaimana kita memastikan para petugas sudah menggunakan ponsel pintar berbasis Android,” jelasnya.
Menjawab tantangan tersebut, perwakilan Bank Sulselbar Cabang Masamba menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal program digitalisasi ini. Bank Sulselbar berjanji akan segera menyiapkan seluruh perangkat QRIS yang dibutuhkan, termasuk pembuatan lembar QR Code (barcode) di titik-titik pembayaran pada objek–objek wisata yang dikelola pemda.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dan penjelasan dari sejumlah petugas ODTW yang hadir, terungkap bahwa ada beberapa ODTW yang infrastruktur jaringannya belum memadai, seperti Tamboke, sehingga dalam pertemuan ini juga disepakati agar tetap menggunakan sistem manual pembayaran retribusi.
Dalam rapat juga pihak Disporapar meminta seluruh pihak untuk bergerak cepat merumuskan teknis operasional yang jelas, mulai dari pemetaan titik QRIS, stabilitas jaringan internet, hingga mekanisme rekonsiliasi data keuangan berjalan presisi. Untuk itu, UPT Pengelolaan Objek Wisata akan mengedukasi petugas agar mereka siap berinteraksi dengan sistem baru ini dan melayani pengunjung dengan maksimal.
Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat menerima kunjungan kerja UPT Pengelolaan Objek Wisata Luwu Utara menyambut baik rencana digitalisi retribusi ini. Menurutnya, di Sulsel ini sudah ada beberapa daerah yang menerapkan digitalisasi retribusi, seperti Bulukumba dan Maros.
Dengan sinergi yang kuat ini, pariwisata Luwu Utara sudah bersiap memasuki era baru yang lebih transparan, modern, dan mandiri. Turut hadir dalam rakor ini, Kepala Bidang Pariwisata Hasrum Jaya, Kepala UPT Lukman, dan Kepala Tata Usaha (KTU) UPT Pariwisata, Mardiah.
(Edy/WP)










