RIAU- PEKANBARU|WARTAPAPER.COM- Setelah berada di level berbahaya pada Jumat (16/10/2026) dan sempat membaik ke level sedang, sore ini Sabtu (17/10/2026) kualitas udara Kota Pekanbaru sekitarnya kembali hitam, naik ke level berbahaya.
Pukul 16.00 WIB, konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) sudah berada di angka 283 ųg/m³.
Kualitas udara Kota Pekanbaru merupakan yangvterburuk ketiga setelah Palangkaraya dengan konsentrasi PM 2,5 di angka 735,8 ųg/m³ dan Sintang 283,9 ųg/m³.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris melaporkan, untuk monitoring titik panas (hotspot) di Sumatera yakni sebanyak 1.112, turun dari pagi sebelumnya yang mencapai 4.059 titik.
Hotspot terbanyak masih di Sumatera Selatan 950 titik. Sementara Riau pada sore ini nihil hotspot.
Untuk jarak pandang (visibility), Pekanbaru sejauh 1,4 kilometer, Rengat (Inhu) 800 meter (akibat asap), Pelalawan 3 kilometer (akibat asap dan hujan ringan) dan Tambang (Kampar) 3 kilometer.
Sebelumnya BMKG menjelaskan parahnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di selatan Sumatera, sangat berkontribusi pada kondisi kabut asap yang terjadi di Riau saat ini. Angin yang dominan bertiup dari arah tenggara, membawa partikel-partikel asap dari wilayah selatan Sumatera.
Adanya tekanan tinggi di wilayah selatan khatulistiwa, membuat angin bertiup ke arah utara menuju Riau. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang.


















