
SERANG-BANTEN|WARTAPAPER.COM- Wilayah petung desa Sentul kecamatan Kragilan hingga tingkat RT di duga masih banyak tempat transaksi ppraktek prostitusi terselubung. Hal ini menimbulkan pertanyaan, masyarakat mempertanyakan masih berfungsikah hukum, khususnya di wilayah kecamatan Kragilan.
Ketua LSM Himpunan Pemuda Nasional (HPN) Kabupaten Serang, Asnen, dalam rilisnya, Rabu, (20/08/2026) kembali menyoroti lokasi protitusi terselubung.
Dirinya sangat menyayangkan kinerja pemerintah kecamatan Kragilan, khususnya Aparat Penegak Hukum (APH) yang diduga sengaja melakukan pembiaran tempat transaksi praktek prostitusi, sehingga berjalan lancar.
Terlepas adanya dugaan para pelacur disana, sepertinya para wanita penjaja sex ini memberikan upeti kepada oknum aparatur, sehingga mereka bisa bebas dan aman melacurkan dan menjual diri kepada pria hidung belang.
Kekhawatiran masyarakat yang takut terhadap keberadaan lokasi dugaan transaksi paktek perlontean yang sudah mengakar, sementara aparatur disana hingga kini belum mampu memberantasnya.
Harapan warga, aparatur pemerintah kabupaten Serang dan APH dapat memberantas adanya dugaan lokasi terselubung transaksi praktek esek-esek yang ada di wilayah hukumnya.
“Kami dari lembaga Himpunan Pemuda Nasional akan mengandeng masyarakat dan para ulama akan membawa permasalah ini ke Polda Banten, MUI, Kanwil dan instansi terkait untuk menindaklanjutinya, dan kami akan kawal hingga sarang pratek para wanita siluman untuk esek-esek yang meresahkan para orang tua ini benar-benar dapat diberantas.” Tandas Asnen.
(John Panjaitan/WP)


















