banner 728x250

Rupiah Diprediksi Melemah ke 18.020 per USD Pekan Depan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA|WARTAPAPER.COM-Nilai tukar rupiah ditutup menguat di level Rp 17.896 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini.
.
       .  Rupiah ditutup menguat 25 poin                 pada perdagangan hari ini di level             Rp 17.896 per dolar AS.
  • Untuk perdagangan Senin pekan depan, rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dan ditutup melemah.

    banner 325x300
  • Faktor domestik yang menyebabkan rupiah melemah adalah penurunan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli.

NILAI tukar rupiah ditutup menguat di level Rp 17.896 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini. “Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 25 poin,” kata Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, dalam keterangan tertulis pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Untuk perdagangan Senin pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp 17.890-17.940 per dolar AS . Sementara untuk perdagangan selama pekan depan, ia memprediksi kurs rupiah berada di level Rp 17.780-18.020 per dolar AS.

Ibrahim menyatakan sejumlah faktor global dan nasional ]memicu penguatan indeks dolar AS pada perdagangan sore ini. Untuk faktor eksternal, perang antara Iran dan Amerika memicu pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Media Iran, kata Ibrahim, telah melaporkan bahwa Teheran menyerang musuh di Selat Hormuz dan berencana melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi jalur perairan strategis tersebut. Eskalasi ini terjadi setelah para pejabat Iran menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran sudah memasuki tahap akhir.

Selain itu, Ibrahim mencermati kekhawatiran pasar terhadap gerakan Houthi di Yaman yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan berskala besar terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi.

Ibrahim mengatakan, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September, menyusul laporan Financial Times yang menyebutkan Ketua The Federal Reserve (The Fed ), Kevin Warsh, siap menaikkan biaya pinjaman jika inflasi tetap tinggi dalam beberapa minggu mendatang.

Sementara itu, faktor domestik yang menyebabkan rupiah melemah adalah penurunan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli sebesar US$ 145,3 miliar. Bank Indonesia mengklaim posisi cadangan devisa saat ini relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada akhir Juni 2026 sebesar US$ 145,6 miliar.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *