
Penyakit yang dalam dunia medis dikenal sebagai pielonefritis ini terjadi ketika bakteri menginfeksi salah satu atau kedua ginjal.

Sayangnya, banyak orang mengira gejala infeksi ginjal hanya sebatas nyeri pinggang biasa atau demam ringan.
Akibatnya, pengobatan sering terlambat dilakukan hingga kondisi semakin parah.
Bakteri kemudian naik melalui saluran kemih menuju ginjal dan menyebabkan peradangan.
Apa Itu Infeksi Ginjal?
Infeksi ginjal adalah kondisi ketika bakteri menyerang jaringan ginjal sehingga menimbulkan peradangan.
Penyebab tersering adalah bakteri Escherichia coli (E. coli), yaitu bakteri yang biasanya hidup di saluran pencernaan.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal dan hipertensi, dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, menjelaskan bahwa infeksi ginjal memerlukan penanganan medis sesegera mungkin agar tidak menyebabkan kerusakan permanen pada organ ginjal.
Gejala Infeksi Ginjal yang Harus Diwaspadai
Gejala infeksi ginjal biasanya muncul secara tiba-tiba dan berkembang dalam waktu singkat.
1. Demam Tinggi Disertai Menggigil
Demam menjadi gejala utama infeksi ginjal. Suhu tubuh dapat meningkat hingga lebih dari 38 derajat Celsius dan sering disertai menggigil sebagai respons tubuh melawan infeksi.
Berbeda dengan demam biasa, kondisi ini biasanya tidak membaik hanya dengan istirahat.
Rasa nyeri umumnya muncul di bagian belakang tubuh, tepat di bawah tulang rusuk kanan atau kiri.
Nyeri dapat terasa tajam maupun berdenyut dan akan semakin sakit ketika area tersebut ditekan.
3. Sering Buang Air Kecil
Penderita biasanya mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil meski volume urine tidak banyak.
4. Nyeri atau Rasa Terbakar Saat Buang Air Kecil
Gejala ini sering muncul karena infeksi ginjal biasanya diawali oleh infeksi saluran kemih.
Sensasi perih atau terbakar saat buang air kecil menjadi tanda bahwa infeksi telah menyerang saluran kemih.
5. Urine Keruh dan Berbau Menyengat
Perubahan warna urine menjadi lebih keruh, pekat, bahkan bercampur darah dapat menjadi sinyal adanya infeksi.
Selain itu, bau urine sering kali menjadi lebih tajam dari biasanya.
6. Mual dan Muntah
Ketika infeksi mulai memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, penderita dapat mengalami mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan.
Gejala ini sering disertai tubuh terasa sangat lemas.
7. Tubuh Mudah Lelah
Infeksi membuat sistem kekebalan bekerja lebih keras sehingga energi tubuh cepat terkuras.
Akibatnya, penderita mudah merasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Penyebab Infeksi Ginjal
Sebagian besar infeksi ginjal disebabkan oleh bakteri yang berasal dari saluran kemih.
Namun, beberapa kondisi dapat meningkatkan risikonya, seperti:
- Infeksi saluran kemih yang tidak segera diobati.
- Batu ginjal.
- Pembesaran prostat pada pria.
- Diabetes melitus.
- Kehamilan.
- Kelainan bentuk saluran kemih.
- Daya tahan tubuh yang lemah.
- Penggunaan kateter urine dalam waktu lama.
Siapa yang Lebih Berisiko?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi ginjal, di antaranya:
- Perempuan, karena saluran uretra lebih pendek.
- Lansia.
- Penderita diabetes.
- Orang dengan gangguan sistem imun.
- Pasien yang pernah mengalami infeksi saluran kemih berulang.
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Jika tidak segera ditangani, infeksi ginjal dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:
- Kerusakan permanen pada ginjal.
- Gagal ginjal.
- Tekanan darah tinggi.
- Abses ginjal.
- Infeksi menyebar ke aliran darah (sepsis), yang merupakan kondisi darurat medis.
Cara Mencegah Infeksi Ginjal
Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, antara lain:
- Minum air putih yang cukup setiap hari.
- Tidak menahan buang air kecil.
- Menjaga kebersihan area genital.
- Mengobati infeksi saluran kemih sejak dini.
- Mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes.
- Menjaga pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri apabila mengalami demam tinggi yang disertai nyeri pinggang, nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, atau mual dan muntah yang tidak kunjung membaik.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes urine, pemeriksaan darah, hingga pencitraan bila diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat.
Infeksi ginjal bukan penyakit yang dapat diabaikan. Penanganan yang cepat dengan antibiotik sesuai anjuran dokter dapat mencegah kerusakan ginjal serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih berat.
Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
John Panjaitan/WP

















