JAKARTA|WARTAPAPER.COM-Dua puluhan tahun lalu, kapal-kapal keruk raksasa menyedot pasir laut kita — sampai 250 juta meter kubik per tahun, lebih dari 90% kebutuhan pasir Singapura — untuk memperluas daratannya, sampai pulau-pulau kecil kita nyaris tenggelam. Kita ada di posisi lemah. Lihat sekarang: pada Leaders’ Retreat 6 Juli 2026, Perdana Menteri Singapura datang langsung ke Istana Merdeka dan pulang dengan 26 kesepakatan — karena negeri super-kaya tanpa sumber daya itu kini MEMBUTUHKAN listrik hijau dan “gudang karbon” kita untuk bertahan di era net-zero. Kenapa? Karena bahkan kalau Singapura membangun seluruh potensi suryanya, itu cuma cukup 12% kebutuhannya. Video ini membedah tuntas: kenapa si kaya justru terpojok, isi 26 kesepakatan dengan Danantara sebagai panglima, sampai bagaimana pusat data digital yang tak muat di Singapura kini tumpah ke Batam (investasi ratusan triliun & puluhan ribu lapangan kerja).


















